Semarang Siap Lepas Obligasi Hingga Lantaikan BUMD di Bursa Saham

Identifikasi Investasi Asing

Kepala daerah hendaknya merespon fenomena trade diversion. Investor luar berpotensi merelokasi investasinya dari Amerika dan China ke Indonesia

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan pemerintah daerah punya banyak opsi untuk mencari pembiayaan pembangunan. Kota Semarang bisa melepas obligasi hingga melantaikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bursa saham.

investasi asing

Wali Kota Hendi pada kegiatan 100 CEO Forum di main hall gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/10/2018). (foto: istimewa)

Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang tersebut pada kegiatan 100 CEO Forum di main hall gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Dalam kegiatan bertema “Indonesia Ramah Investasi” ini dia didapuk sebagai narasumber bersama  sejumlah pimpinan perusahaan besar di Indonesia.

‘’Bahkan hari ini pun kami sudah mulai melakukan pembiayaan pembangunan dengan opsi lain melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha)’’, ujar pimpinan daerah yang akrab disapa Hendi seperti pada rilis Humas Pemkot Semarang ke metrojateng.com.

Selain partisipasi dalam pembangunan sektor publik, dia mengatakan sektor privat diharapkan dapat secara optimal membaca tren positif Kota Semarang saat sekarang. Yang disebutnya telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

‘’Pada tahun 2017 untuk pertama kalinya realisasi pajak daerah Kota Semarang menembus angka Rp 1 triliun, capaian tersebut seiring dengan penambahan jumlah usaha perdagangan dan jasa di Semarang yang masih besar potensinya untuk bertambah’’, ungkapnya.

Narasumber lainnya, David Sumual, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk menegaskan jika tren investasi hari ini adalah ke arah perdagangan, retail, dan properti.

Dia menyarankan Walikota Hendi sebagai kepala daerah untuk merespon adanya fenomena trade diversion para investor luar yang berpotensi merelokasi investasinya dari Amerika dan China ke Indonesia.

‘’Pak Hendi sebagai kepala di daerah harus ke sana (Amerika dan China) untuk mendorong relokasinya ke daerah di Indonesia, karena beberapa kali kita kalah cepat dengan Vietnam dan Thailand’’, tegas direksi BCA tersebut.

Terkait hal tersebut Hendi pun menegaskan akan segera melakukan identifikasi investasi di luar yang mungkin direlokasi ke Kota Semarang. ‘’Saya rasa usulan tersebut penting, maka segera kami lakukan identifikasi’’, katanya. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.