Semarang Makin Panas, Pemkot Akan Pasang Kipas Kabut

Hingga tahun 2016 rata-rata suhu di Kota Semarang telah menyentuh kisaran 28,3°C.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian secara serius terhadap kenaikan suhu di kota ini dalam beberapa tahun terakhir. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan sedang berupaya menyusun rencana strategis dalam sebuah project ‘Semarang Cooling Plan’.

Wali Kota Hendrar Prihadi menyiapkan proyek ‘Semarang Cooling Plan’ untuk mengantisipasi peningkatan suhu udara. Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Dia menjelaskan, menurut data dari Stasiun Klimatologi Semarang, suhu udara di Kota Semarang mengalami sedikit tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2011 rata-rata suhu udara di Kota Semarang berkisar pada 27,7°C.

Angka tersebut terus meningkat, setidaknya hingga tahun 2016 rata-rata suhu di Kota Semarang telah menyentuh kisaran 28,3°C. Adapun peningkatan suhu tersebut merupakan dampak dari gejala pemanasan global, yang menurut Organisasi Meterologi Dunia (WMO) telah meningkatkan rata-rata suhu bumi sebesar 1,1°C setiap tahunnya.

‘’Nah, kita sedang dalam tahap menyusun rencana strategis dalam sebuah project ‘Semarang Cooling Plan’. Project tersebut ditargetkan mampu menurunkan suhu di Kota Semarang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kota ini,’’ katanya, Minggu (7/10/2018)

Dalam project ‘Semarang Cooling Plan’ tersebut, Hendi sapaannya, mengungkapan ada tiga substansi yang akan dikerjakan. Yaitu pembangunan Semarang Cooling System, gerakan penghijauan di ruang publik, dan gerakan penghijauan di permukiman.

‘’Nantinya dari pemetaan jalan, jalur pedestrian, dan ruang-ruang rencananya akan dipasang mist fan (kipas kabut) yang terintegrasi sebagai sebuah cooling system,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pemetaan wilayah tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan penghijauan di ruang publik, misalnya dengan pembuatan taman atau jalur bunga yang lebih massif.

Hendi meyakinkan, bahwa Pemerintah Kota Semarang serius dalam mengatasi kenaikan suhu di Kota Semarang. Hal itu setidaknya bisa tergambar dalam realisasi pembangunan 50 taman baru di Kota Semarang dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018.

‘’Pada tahun 2017 sudah ada 15 taman yang kita bangun, dan pada tahun 2018 kami tingkatkan menjadi sekitar 35 taman,’’ tegasnya

Lainnya terkait peningkatan penghijauan di area permukiman, Hendi juga menegaskan terus mendorong masyarakat di kota ini untuk terus bergerak melakukan penghijauan di lingkungannya masing-masing.

Dorongan tersebut salah satunya ditunjukkan ketika dia ikut hadir dalam kegiatan pemecahan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) oleh 822 siswa SMP Negeri 37 Semarang, yang melukis 2018 kaleng cat bekas untuk nantinya digunakan sebagai media tanam, Sabtu (6/10) kemarin.

Hendi menegaskan sangat mengapresiasi kepedulian yang diberikan oleh siswa-siswi SMP Negeri 37 Semarang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.