Semarang Belum Punya City Branding

City branding memang harus dari bawah ke atas, sesuai dengan konsep bergerak bersama.

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan kotanya belum memiliki city branding. Adapun sebutan ‘semarang hebat’ hanya tagline yang ditetapkannya untuk memotivasi masyarakat agar cinta dan bangga kepada Kota Semarang.

Air mancur menari di Tugumuda, Senin (27/8/2018) malam. Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

“Saya masuk pemerintahan, Pemkot Semarang punya branding Semarang Pesona Asia. Lalu saya tanya, yang Atlas mana? Sudah dihilangkan, jawab staf saya,” ujarnya, Jumat (02/11/2018).

Dia mengatakan, branding Kota Semarang sudah beberapa kali mengalami pergantian. Mulai dari Semarang Kota Atlas dan terakhir Semarang Pesona Asia.

Di masa pemerintahannya saat ini, sebelum menetapkan city branding dirinya ingin ada suatu proses yang melibatkan masyarakat secara langsung. Jadi city branding harus lahir dari bawah atau masyarakat bersama-sama dengan Pemkot Semarang.

“Ada ide bagaimana jika digelar lomba city branding, kemudian pakar yang memutuskan Semarag sebagai kota apa. Menurut saya, city branding memang harus dari bawah ke atas, sesuai dengan konsep bergerak bersama,” katanya.

Dia berharap dibentuk sebuah tim kuat yang fokus untuk melakukan proses penentuan city branding ini. Kalau perlu ada survey kepada masyarakat untuk menentukan city branding yang paling tepat.

“Kita belum ada city branding. Sebutan semarang hebat hanya tagline yang memotivasi masyarakat untuk cinta dan bangga terhadap kotanya sendiri,” ujarnya.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih, memberikan masukan tagline Semarang Hebat diganti menjadi ‘semarang lebih hebat’ untuk menjadi city branding Kota Semarang. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.