Selter BRT Simpang Lima Semakin Luas dan Berpendingin Udara

Selter Simpang Lima juga dilengkapi sistem untuk mengetahui informasi kedatangan armada.

SEMARANG- Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mulai merenovasi dan melebarkan selter transit. Di antaranya Simpang Lima, Balaikota, RS Elizabeth dan Stasiun Tawang. Tahun ini renovasi shelter transit point di Simpang Lima telah selesai dilakukan.

Bus Trans Semarang berhenti di selter BRT Simpang Lima yang baru, Kamis (20/9/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bakti mengatakan, selter Simpang Lima yang mulai direnovasi pada 9 Juli 2018, kini telah rampung pada 19 September 2018 dan langsung difungsikan. Selain memiliki ukuran yang lebih luas, juga saat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang.

“Dengan semakin meningkatnya pengguna layanan BRT Trans Semarang hingga 27.000 orang per hari, membuat selter transit poin yang ada semakin padat. Mulai tahun ini kami mulai merenovasi dan melebarkan selter transit,” kata Ade, Kamis (20/09/2018).

Fasilitas selter baru itu di antaranya ruangan ber-AC, dilengkapi satu pintu kedatangan dan tiga pintu keberangkatan, serta desain shelter yang modern. Serta terdapat pemisah untuk keberangkatan masing-masing koridor.

Selter Simpang Lima juga dilengkapi dengan Passenger Information System (PIS). PIS ini memudahkan pengguna jasa untuk mengetahui informasi kedatangan armada.

Dia mengatakan, pengguna jasa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terlihat antusias menikmati fasilitas baru tersebut. Sebelumnya selama renovasi, katanya, pengguna jasa memakai selter darurat yang berjarak 20 meter dari selter awal. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.