Seleksi Perangkat Desa Rawan Suap

Kantor Pemerintah Kabupaten Kendal. (foto; doc)

 

KENDAL – Seleksi perangkat desa yang dilaksanakan di hampir sebagian besar desa se-Kabupaten Kendal dituding rawan suap dan permainan. Isu jual beli jabatan perangkat desa yang terdiri dari Sekdes berjumlah 156 dan perangkat lainnya 344  jumlah mulai menyeruak.

Wakil Ketua DPRD Kendal Sakdullah Mas’ud mengatakan, diduga permainan memang sudah dirancang secara sistimatis. “Oleh karenanya seleksi penerimaan calon perangkat desa yang akan digelar 11 Desember 2017 ditunda atau dibatalkan,” katanya.

Keluhan dari pelamar bermunculan. Panitia dianggap tak profesional. Sutoyo, salah seorang orang tua pelamar mengatakan, di Desa Manggungsari terdapat 13 pelamar untuk posisi carik dan kadus. Namun lima diantaranya dinyatakan gagal. Kegagalan karena pelamar menggunakan surat kesehatan dari RSUD Dr Soewondo, bukan dari Puskesmas setempat seperti yang diminta panitia.

‘’Padahal waktu penelitian berkas, surat dari RSUD Dr Soewondo dinyatakan sah. Namun, pada Selasa 21 November, panitia mengabarkan surat sehat dari rumah sakit tidak berlaku,’’ kata dia.

Sutoyo mengatakan, informasi tidak berlakunya surat sehat tersebut baru disampaikan Selasa (21/11) pukul 15.00. Mau tidak mau, pelamar harus melengkapi surat keterangan sehat dari Puskesmas. Sehari kemudian mereka melakukan tes kesehatan di Puskesmas dan hasilnya langsung diserahkan.

‘’Sebenarnya syarat sudah lengkap sejak 17 November. Tetapi saya merasa anak saya diganjal dengan aturan harus menggunakan surat keterangan sehat dari Puskesmas,’’ tuturnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Murtadho. Menurut dia, seharusnya pemerintah jangan mempersulit pelamar. Apalagi berkas yang harus dilengkapi tidak sedikit. Mereka juga harus mengurus SKCK dan lain sebagainya.

‘’Pada Jumat (24/11) saya diundang panitia melalui SMS dan menyampaikan hasil verifikasi. Namun saya dinyatakan gagal dan berkas dikembalikan. Saya dinyatakan gagal karena pendaftaran dan penyerahan berkas ditutup pada 21 November 2017,’’ jelas dia.

Camat Weleri, Marwoto, menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, menyebutkan, surat kesehatan harus dari Puskesmas, bukan dari rumah sakit. ‘’Panitia penjaringan hanya melaksanakan Perda, karena jika menggunakan surat kesehatan dari rumah sakit, tentu melanggar Perda,’’ jelasnya.

Tes seleksi pemilihan perangkat desa bakal digelar pada 11 Desember 2017. Tes tersebut akan dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh tim penjaringan desa. Sementara jika ada posisi yang pelamar kurang dari dua atau tidak ada sama sekali peminatnya, akan dibuka perpanjangan pendaftaran.

Kasubag Administrasi Pemerintahan Umum dan Desa pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Kendal, Mahmud Eko Saputro, mengatakan, tes akan dilaksanakan secara serentak dengan menggunakan komputer atau bisa disebut Computer Assisted Test (CAT). ‘’Tes dilakukan secara online, sehingga hasilnya bisa segera diketahui,’’ katanya, Rabu (29/11).

Dia mengatakan, karena peserta mencapai ribuan, pihaknya masih mencari lokasi pelaksanaan tes. Ujian bisa dilakukan di kantor kecamatan maupun sekolah-sekolah. Namun, bila melihat peserta mencapai ribuan, kemungkinan tes dilaksanakan di SMA/SMK yang memiliki perangkat komputer. ‘

’Kami sudah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah. Nantinya akan terdapat tim yang melihat langsung apakah perangkat komputer yang dimiliki bisa mendukung pelaksanaan tes,’’ jelasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.