Sekolah Musik Indonesia Siap Cetak Musisi Kreatif

Sekolah Musik Indonesia tidak hanya mendampingi anak belajar musik tapi juga mengarahkan mereka untuk kreatif, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi.

SEMARANG – Pendidikan musik sejak dini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter dan masa depan anak-anak. Sekolah Musik Indonesia (SMI) pun berupaya mempersiapkan generasi mendatang tidak sekadar bisa bermain musik tapi juga mendorong kreativitas mereka di segala bidang.

Para siswa Sekolah Musik Indonesia (SMI) unjuk kebolehan di sela peresmian gedung baru SMI di Jl Puri Anjasmoro Blok E1/21 Semarang, Minggu (17/11/2019). Foto : metrojateng.com/ Anggun Puspita

Direktur SMI Semarang, Freddy Ariyanto mengatakan, pihaknya ingin turut bertanggung jawab dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia pada masa yang akan datang. Hal itu dapat dimulai dengan pendidikan musik.

“Pendidikan musik di SMI tidak hanya belajar teori musik tetapi juga mengutamakan praktek dan mendorong kreativitas individu dengan berbasis teknologi,” ungkapnya di sela peresmian gedung baru SMI di Jl Puri Anjasmoro Blok E1/21 Semarang, Minggu (17/11/2019).

Pembentukan dan pengembangan life skill juga diutamakan seiring melatih kemampuan bermusik pada anak-anak.

“Upaya ini kami lakukan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Sebab, yang dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0 ini tidak hanya pendidikan formal tapi juga keterampilan seperti kreatif, berpikir kritis dan kolaborasi,” tuturnya.

Maka sesuai visi misi, SMI tidak hanya mendampingi anak belajar musik tapi juga mengarahkan mereka untuk kreatif, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi.

“Kami latih kemampuan mereka dalam bermusik, kemudian mengarahkan mereka ke pengalaman yang lebih profesional, menguasai panggung, berekspresi, hingga mendorong mereka untuk menembus ke industri musik,” jelas Freddy.

Adapun, pendidikan musik yang diberikan SMI ini terdiri atas beberapa jenjang mulai untuk usia 6 bulan pada kategori Beebee Gym. Lalu, kelas SMI untuk usia 6-11 tahun, dan usia tak terbatas. Sedangkan untuk kelas, para siswa dapat memilih privat atau grup. Sementara untuk instrumen juga sangat beragam.

“Kelas yang paling diminati sekarang ini antara lain, drum, piano dan vokal,” imbuhnya.
Pada peresmian gedung baru tersebut turut hadir Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Menurut dia kehadiran lembaga pendidikan musik SMI ini akan turut berkontribusi pada pembentukan masa depan generasi mendatang.

“Pendidikan musik ini akan merangsang otak kanan mereka agar lebih kreatif dan inovatif. Dengan demikian, jika pendidikan otak kanan dan kiri seimbang harapannya ke depan mereka akan menjadi insan yang bisa meraih mimpinya,” katanya.

Sementara untuk mendorong masyarakat Kota Semarang lebih kreatif, SMI juga menggelar festival bertajuk SMI Creative Fest 1.0 yang sudah dimulai dari tanggal 14 November hingga 20 Desember. Berbagai kegiatan kreatif disuguhkan dalam festival ini. Mulai dari bazaar yang menghadirkan brand-brand lokal, workshop dan juga talk show.

Tak kalah menariknya juga beragam lomba yang menantang kreatifitas milenial digelar seperti foto/vlog competition, dance competition, drum competition dan juga band competition.

Project Manager SMI Creative Fest, Kresna Raditya menuturkan, festival yang baru digelar pertama kali ini diharapkan menjadi wadah milenial di Kota Semarang dalam menyalurkan kreativitas.

“SMI selama ini berkomitmen mendukung berbagai gerakan kreatif di Semarang. Melalui SMI Creative Fest 1.0 ini yang digelar di SMI Building, kami berharap dapat menjadi wadah bagi insan kreatif kota ini,” tambah Kresna. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.