Sejumlah TPS di Jateng Rawan Diterjang Banjir dan Longsor

Hampir semua daerah pantai utara mulai dari Brebes hingga Rembang rawan kebanjiran saat terjadi hujan lebat.

Distribusi logistik untuk coblosan Pemilu 2019. (dokumentasi metrojateng.com)

 

SEMARANG – Sedikitnya terdapat puluhan tempat pemungutan suara (TPS) di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa Tengah rawan diterjang bencana banjir.

Komisioner Divisi Perencanaan Logistik Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengungkapkan telah memetakan area lokasi TPS yang rawan banjir tersebut mulai dari ujung Brebes, Batang, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Semarang, Sayung Demak, Kudus, sebagian Jepara dan Rembang.

Ia mengaku saat ini sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah tiap kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk membantu proses distribusi penyediaan perlengkapan kotak suara.

“Kami sudah minta bantuan BPBD untuk ikut mengamankan penyaluran logistik untuk coblosan Pemilu. Sebab dari data terakhir hampir semua daerah dari Brebes sampai Rembang itu rawan kebanjiran saat hujan lebat dan banyak TPS yang ada di situ juga,” kata Ikhwanuddin kepada metrojateng.com, Selasa (5/3/2019).

Lebih lanjut, ia menyampaikan kerawanan bencana alam juga terletak di TPS-TPS yang ada di lereng pegunungan dan sekitar kaki Gunung Merapi.

Ikhwanuddin menjelaskan TPS yang rawan terkena longsor itu berada di Purbalingga, Wonosobo, Banjarnegara dan Magelang.

Pihaknya mengimbau kepada para petugasnya di lapangan untuk melapisi surat suara dengan plastik kedap air agar tidak gampang sobek.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyarankan kepada pihak kecamatan setempat untuk membuatkan TPS yang berada di lokasi yang aman.

“Bagi pemilik hak suara yang tinggal di lereng Merapi, baik di Klaten, Boyolali maupun Magelang, dari pihak provinsi telah membuatkan jalur evakuasi darurat jika ketika coblosan berlangsung, terdapat titik-titik yang muncul tanah longsor maupun erupsi,” urainya.

Sedangkan, Komisiner KPU Provinsi Jawa Tengah Diana Ariyanti, Senin (4/3/2019) menyatakan telah memantau distribusi surat suara di KPU Kota Surakarta dan Sragen, dalam tinjauannya ini ditemukan masih adanya distribusi surat suara yang belum seratus persen selesai.

Tinjauan pertama di KPU Surakarta, baru surat suara untuk pencoblosan Presiden yang sudah dikirim meski juga masih ada kekurangan.

Saat ini, katanya, masih ada kekurangan surat suara pilpres sebanyak 12.353 surat suara. Sedangkan untuk proses pelipatan dan sortir sudah selesai dilakukan sebanyak 430. 439 surat suara pilpres.

“Informasinya kami baru akan dikirim kekurangannya sekitar 25 Maret untuk kekurangan surat suara pilpres dan semua surat suara 4 jenis lainnya. Nantinya kami akan serahkan proses pelipatan dan sortir ke masing PPK dan PPS melibatkan masyarakat di 5 gudang milik KPU. Kami yang pantau langsung nanti kalau Solo kan relatif terjangkau wilayahnya,” katanya.

Untuk distribusi surat suara di KPU Sragen, justru belum menerima untuk lima jenis surat suara dalam Pemilu 2019 nanti. Informasi yang didapat dari rekanan pencetak surat suara baru akan dikirim pada 6 Maret nanti. (far)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.