Sehari, Empat Kebakaran Terjadi di Kabupaten Tegal

Kebakaran terjadi lantaran banyaknya ilalang kering yang tersambar sisa pembakaran sampah.

SLAWI – Sedikitnya enam peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Tegal dalam kurun waktu tiga hari. Beruntung, dari keenam peristiwa tersebut tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar maupun korban jiwa.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tegal dibantu warga berupaya memadamkan api di lahan ilalang di daerah Pakembaran, Slawi. Foto: metrojateng.com/adithya

Berdasarkan data dari Satpol PP Kabupaten Tegal, peristiwa pertama terjadi di dekat pintu masuk Obyek Wisata (OW) Guci pada Minggu (23/9) sekitar pukul 14.05 WIB. Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran di lahan hutan pinus tersebut.

Peristiwa kedua terjadi di sebuah lahan kosong yang berlokasi di dekat Masjid Agung Slawi, Procot, Kecamatan Slawi, Senin (24/9) pukul 11.45 WIB. Diduga kuat, kebakaran tersebut terjadi akibat percikan api sisa pembakaran sampah.

Berlanjut pada peristiwa ketiga, terjadi di sebuah gudang kayu yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Slawi Wetan, Selasa (25/9/2018) sekira pukul 09.43 WIB. Petugas memperkirakan, kebakaran terjadi lantaran banyaknya ilalang kering yang tersambar sisa pembakaran sampah.

Sementara itu, peristiwa keempat terjadi di lahan bambu yang berada di RT 05/ RW 05 Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu sekitar pukul 13.58 WIB. Sedangkan peristiwa kelima terjadi di belakang GOR Trisanja sekitar pukul 16.17 WIB. Terakhir, sekitar pukul 18.10 WIB di lahan ilalang di daerah Pakembaran, Slawi.

“Hari Minggu dan Senin ada satu kejadian. Untuk hari Selasa ini sudah ada empat TKP. Dari kesemuanya, kami perkirakan disebabkan karena kelalaian manusia. Membakar sampah sembarangan, yang kemudian merambat ke ilalang kering maupun bahan-bahan yang mudah terbakar,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Tegal, Berlian Adjie melalui Kabid Linmas dan Damkar, Kusnadi.

Kusnadi menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tegal untuk berhati-hati dalam bertindak. Khususnya tidak membuang puntung rokok dan membakar sampah di sembarang tempat.

“Kami mohon masyarakat tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Musim kemarau seperti ini sangat riskan sekali terjadi kebakaran. Beruntung, dari keenam kejadian tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi,” tutupnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.