Sediakan Konsultasi Dokter Gratis, Pemkot Himbau Warga Tidak Panik Virus Corona

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri acara pembinaan pegawai non ASN dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyediakan layanan konsultasi dokter gratis secara online, untuk menjaga kenyamanan masyarakat terkait maraknya isu penyebaran virus Corona atau Covid-19 beberapa hari belakangan ini.

Masyarakat di Ibu Kota Jawa Tengah ini dapat berkonsultasi dengan dokter yang ada di Dinas Kesehatan Kota Semarang yaitu melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Telepon, atau aplikasi android.

Secara detail, masyarakat Kota Semarang cukup menghubungi nomor Whatsapp 081-129-00-132 untuk langsung menanyakan terkait virus Corona.

Bila tidak memiliki aplikasi pesan singkat tersebut, masyarakat juga dapat menelepon nomor call center 1500-132 untuk berkonsultasi secara langsung. Tak hanya itu, aplikasi android ‘Konter Semarang’ pun dapat diunduh di Google Play Store.

Tersedianya layanan tersebut dirasa penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan tidak panik dalam menghadapi isu penyebaran virus corona.

“Penyebaran virus ini memang relatif cepat, bermula dari Kota Wuhan yang kemudian menyebar ke negara-negara lain. Kami Pemerintah Kota Semarang harus menstabilkan kondisi chaos ini,’’ kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (4/2/2020).

‘’Masyarakat harus tetap tenang, kewaspadaan wajib ditingkatkan, tetapi jangan panik. Pemerintah dari pusat, provinsi, sampai kota berupaya mengantisipasi kekhawatiran yang ada di masyarakat,’’ tambahnya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu juga meminta bantuan kepada ratusan guru di Kota Semarang, untuk dapat ikut mensosialisasikan pola hidup sehat di masyarakat.

‘’Mari bergerak bersama mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat. Hindari kontak yang tidak perlu, rajin-rajin mencuci tangan setelah beraktifitas dan berinteraksi di luar,’’ pesan Hendi.

‘’Sosialisasikan hal ini dalam setiap kesempatan. Jangan sampai warga panik, karena jika panik yang kemudian muncul bukanlah solusi melainkan kondisi kacau, seperti kemudian memborong masker berlebihan padahal belum tentu perlu,’’ jelasnya.

‘’Jika demikian maka untung bagi sekelompok kecil dan rugi bagi masyarakat luas. Tidak ada masker tidak masalah sepanjang kita sehat,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menyebutkan bahwa cara pencegahan bisa dilakukan dengan sejumlah upaya.

‘’Misalnya tidak bersalaman, menghindari kontak fisik, cuci tangan pakai sabun, antiseptik atau alkohol setelah beraktifitas, serta tidak berinteraksi langsung dengan orang yang baru bepergian dari daerah endemis,’’ tutur Hakam.

Saat ini di Kota Semarang sendiri belum ditemukan adanya kasus pasien yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Namun Pemerintah Kota Semarang terus meningkatkan kewaspadaan dengan secara masif mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Virus Corona dan bagaimana penyebaran serta pencegahannya.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang telah berkoordinasi dengan pihak RSUP Dr.Kariadi yang menjadi satu-satunya rumah sakit di Kota Semarang untuk melakukan penanganan jika ada pasien yang dicurigai terjangkit virus Corona. (Abduh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.