Sebulan, Dua Ribu Kondom Disebar di GBL dan Alaska

image

KENDAL – Pencegahan virus HIV/AIDS yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kendal terus dilakukan. Bahkan untuk mencegah penyakit menular dan mematikan ini,  rata-rata sekitar 2000 kondom disebar ke lokalisasi Gambilangu dan Alas Karet Patean setiap bulannya.

“Untuk mencegah penyebaran penularan penyakit ini pihaknya telah mengirim 2.000 buah kondom ke lokalisasi per bulan,” ujar Sekretaris KPA Kabupaten Kendal, Mochammad Rozi Selasa (01/12) siang.

Dikatakan, dari Januari-Juli ini jumlah kondom yang sudah distok ke lokalalisasi di Kendal ada sebanyak  17.136 buah. Riciannya, Januari (3.024 buah), Februari (2.448 buah) dan Maret (5.158 buah). Selanjutnya April (720 buah), Mei (3.168 buah), Juni (1.584 buah) dan Juli (1.008 buah).

“Rutin kami setiap bulan selalu kami pasok kepada mucikari dan pekerja seks komersil (PSK),” terangnya.  Kendati demikian, diakuinya kesadaran para pengguna jasa PSK untuk memakai kondom masih rendah. Para PSK sendiri tidak mau memaksa para tamunya untuk memakai kondom, sebab takut tidak laku.

Sementara itu Angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) setempat mencatat ada 507 orang terjangkit penyakit mematikan ini.

Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup siginfikan dari TAHUN 2000-2015 atau sepanjang kurun waktu 15 tahun ada 507 kasus. Yakni terdiri dari 314 penderita HIV , 186 orang pengidap AIDS dan 139 orang meninggal dunia dari jumlah populasi penduduk  Kabupaten Kendal mencapai 9000.33 jiwa.

Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi KPA Kabupaten Kendal, Mufdi Yukamto mengatakan bahwa 507 orang tersebut terdiri dari penderita HIV / AIDS. “Peningkatan penderita ini sangat memprihatinkan. Dalam kurun waktu tujuh bulan bertambah 53 orang yang terjangkit, dari jumlah 507 penderita HIV/AIDS 139 orang di antaranya meninggal dunia, “ katanya.

Untuk memonitoring angka penderita, pihaknya terus melakukan tes VCT terhadap warga dengan resiko tertular. Dari data tersebut, tiga daerah tertinggi penderitanya adalah Kaliwungu (111 kasus), Rowosari (31 kasus) dan Singorojo (29 kasus).

“Dari sejumlah wilayah, Kecamatan Kaliwungu memang paling rawan dan tertinggi, karena terdapat lokalisasi. Sebab, mayoritas kasus yang kami jumpai kebanyakan penularannya melalui hubungan seks bebas,” paparnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

83 − = 76

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.