Sebulan Buron, Dua Perampok Taksi Kosti Ditangkap

Terlacak dari Sinyal Ponsel

Liana ditangkap pada Rabu (27/2) di rumahnya. Sedangkan Loreng dibekuk di rumah kakaknya yang berada di Kartasura, sehari setelahnya.

SUKOHARJO – Dua tersangka pelaku perampokan Taksi Kosti akhirnya berhasil diringkus Tim Reskrim Polres Sukoharjo setelah sebulan menjadi buronan. Mereka ditangkap di lokasi berbeda.

Dua tersangka pelaku perampokan Taksi Kosti di Sukoharjo. Foto: metrojateng.com

Kedua tersangka yakni Loreng Dwi Prasojo (30) warga Serengan Solo dan Zeni Liana Ningsih (25) warga Berbah Sleman diduga melakukan aksi perampokan dan penganiayaan terhadap sopir Taksi Kosti di kawasan Jalan Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, 3 Februari lalu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, Liana ditangkap pada Rabu (27/2) di rumahnya. Sedangkan Loreng dibekuk di rumah kakaknya yang berada di Kartasura, sehari setelahnya.

“Kami melakukan penangkapan ketika kedua tersangka mengaktifkan ponselnya, lalu kita lacak,” kata Iwan, saat gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, Senin (11/3/2019).

Dikatakan kapolres, otak perampokan tersebut adalah Loreng. Dia juga yang memerintahkan Liana untuk membeli cutter dan memesan taksi secara online.

Kedua tersangka semula datang menggunakan sepeda motornya Suzuki Thunder Nopol AD 3904 Z dan diparkir di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, lalu memesan jasa taksi berbasis online untuk menuju ke belakang Hotel Fave Solo Baru. Setelah mendapatkan taksi yang dikemudikan Sumarno warga Siring, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Loreng duduk di belakang sementara Zeni duduk di samping kiri sopir.

“Sesampainya di lokasi, LDP (Loreng) melaksanakan aksinya dengan menjerat leher korban menggunakan tali rafia, namun korban melakukan perlawanan. Dia memerintahkan ZLN (Liana) untuk membungkam mulut dan menyayat wajah korban. Korban membunyikan klakson hingga kedua tersangka panik dan kabur,” jelas Iwan.

Atas tindakan tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.(MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.