Sebelum Tewas, Afandi Sempat Ganti Status BBM

?

MAGELANG  – Banyak kenangan bagi wartawan di Magelang  pada sosok almarhum Maulana Affandi (26) yang menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter di kawasan perbukitan Desa Canggal, kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Pria bertubuh agak gemuk ini sangat akrab dengan wartawan terutama yang sering meliput bencana.

 Terakhir di Magelang, Afandi, panggilan akrabnya, secara total membantu korban banjir bandang di kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. Namun sejak beberapa tahun lalu, utamanya ketika ada bencana erupsi Gunung Merapi, Afandi sudah mulai akrab dengan wartawan disini.

 Seperti di akui Habib Shaleh, pewarta harian Suara Merdeka, ia mengenal Afandi sebagai  sosok yang sangat baik dan berdedikasi. Habib ingat betul pengalamannya bersama alhmarhum saat penanganann erupsi Merapi tahun 2010, banjir lahar dingin, korban hanyur di sungai Progo dan Elo,  berbagai pelatihan kebencanaan hingga terakhir ikut evakuasi korban banjir bandang di Grabag, Kabupaten Magelang.

 Habib punya pendapat kalau Afandi merupakan seorang pejuang kemanusiaan sejati. Tidak hanya handal dalam rescue, tapi juga mampu membangun dan menjalin komunikasi dengan media dan jajaran relawan.  “Dulu kenal sebagai reporter – narasumber kemudian jadi teman dan akhirnya sahabat,” tuturnya.

 Ia juga mengatakan, keteladanan yang diperjuangkan almarhum semasa hidup, layak menjadi teladan bagi anggota SAR dan sukarelawan yang lain, termasuk aspek komunikasi dan hubungan baik dengan media, jajaran relawan lokal, pemda maupun lainnya.

 Ika Fitriana, wartawan Kompas.com bahkan tidak berhenti menangis, ketika mengetahui helikopter Basarnas jatuh dan penumpang gugur seluruhnya. Salah satu sosok yang sangat ia kenal adalah Afandi.Beberapa kali ada bencana di Magelang, selalu saja ada sosok Afandi yang selalu rajin memberikan informasi.

 “Saya baru saja WA-nan sama mas Fandi, tanya-tanya soal kawah Sileri Dieng yang meletup, sebelum musibah kecelakaan terjadi,” kata Ika.

 Bagi Ika, Afandi bukan saja sosok yang baik, namun almarhum selalu memberikan senyum dan wajah yang cerah ketika berhadap dengan siapapun. “Kalau di hubungi via telponpun, selalu menjawab dengan baik,” katanya.

 Ika mengatakan kalau sampai saat ini ia masih tidak percaya kalau staff Humas Basarnas Jateng itu sudah gugur bersama 3 penumpang dan 4 awak helikopter lainnya.

 Menurutnya, beberapa jam sebelum kecelakaan itu, nomor ponsel dan media sosial Affandi  masih aktif. Dia sempat memasang foto kondisi di dalam helikopter bersama rekan-rekannya di foto profil Blackberry Messenger (BBM). Dia juga menuliskan keterangan bahwa dia sedang dalam perjalanan ke Dieng.

 “Otw pemantauan udara dieng,” tulis Affandi

 Pria asal Kabupaten Kendal itu bahkan masih aktif memberikan informasi terkini perkembangan letupan kawah Sileri Dieng hingga membagikan foto perjalanannya menggunakan Helikopter Basarnas tipe AS365N3+Dauphin itu baik di grup WhatsApp Basarnas dan media maupun di media sosialnya.

 Di akun instagram pribadinya @si_affandikecil, almarhum membagikan foto-foto pengalamannya mengemban  tugas sebagai anggota Basarnas Jawa Tengah. Ayah satu putra ini juga sempat membagikan foto di samping helikopter Basarnas kebanggaannya. Dia hanya menulis #Poskobasarnasgringsing #siagalebaran2017 pada kolom keterangan foto yang dibagikan pada Sabtu (1/7/2017) itu.

 Beberapa saat pasca-kecelakaan itu kolom komentar langsung dipenuhi komentar ucapan belasungkawa.

“selamat jalan kawan, abdimu menjadi bagian terbesar sejarah Indonesia. Al Fatehah,” tulis akun @windujayadi 

 Maulana Affandi gugur dalam perjalanan kemanusiaan menuju lokasi letupan kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara. Affandi dimakamkan di kampung sang istri di Kampung Sapen, RT 07 RW 02, Desa Boja, Kecamatan Boja, Semarang. Almarhum meninggalkan seorang istri dan putra semata wayang yang masih berusia tujuh bulan.

 Slamat jalan mas Maulana Afandi. Surga adalah tempatmu yang paling layak. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 6

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.