Sebelum Bangun Rumah Layak Huni, Pengembang Harus Bersertifikasi

Sertifikasi ini penting karena mengacu pada Undang-undang No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

SEMARANG – Ke depan pengembang perumahan harus berkompeten sebelum membangun rumah layak huni. Maka mulai saat ini pengembang dapat mengikuti sertifikasi profesi yang diselenggarakan asosiasi Real Estate Indonesia (REI).

Sekjen DPP REI Paulus Toto didampingi jajaran pimpinan DPD REI Jateng membuka acara Pelatihan Menjadi Developer yang Tangguh di Harris Hotel Semarang, Selasa (12/2/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ketua DPD REI Jawa Tengah, MR Prijanto mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat menuntut bahwa setiap profesi termasuk pengembang perumahan harus berkompeten. Maka itu pihaknya melakukan uji kompetensi kepada anggotanya.

“Kami akan lakukan uji kompetensi selama dua hari ini kepada 65 orang anggota REI Jateng. Adapun, ini adalah uji kompetensi yang pertama yang akan dilakukan oleh tim lembaga sertifikasi profesi REI,” katanya di sela acara Pelatihan Menjadi Developer yang Tangguh di Harris Hotel Semarang, Selasa (12/2/2019).

Dalam uji kompetensi tersebut pengembang akan diuji kemampuannya tentang skema pembangunan rumah layak huni seperti bagaimana memilih lokasi, memilih proyek, memanajemen anggaran, dan lainnya.

Prijanto menyampaikan, sertifikasi ini penting karena mengacu pada Undang-undang No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Di salah satu pasalnya tertulis bahwa pengembang harus kompeten dalam membangun rumah layak huni. Selain itu, sertifikasi ini juga akan berguna dalam pengurusan izin pembangunan,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.