Sebarkan Foto dan Video ‘Hot’, Pria Ini Ditangkap saat Keluar Lapas

Bermodal foto dan video ‘hot’ tersebut, tersangka memeras korban hingga Rp 50 juta.

SEMARANG – Baru saja akan menghirup udara bebas, seorang pria asal Muara Sentajo, Riau, kembali ditangkap polisi. Pria bernama Irvan Abrianto tersebut ditangkap atas kasus dugaan penyebaran foto dan video yang mengandung kesusilaan disertai pemerasan dan pengancaman. Parahnya aksi tersebut dilakukan saat Irvan masih mendekam di dalam Lapas Kelas IIB Bangkinang Riau.

Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Agung Prabowo menunjukkan foto tersangka dan barang bukti telepon seluler yang digunakan untuk beraksi.
(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

“Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil menangkap tersangka penyebaran foto dan video mengandung kesusilaan dan atau pemerasan, dan atau pengancaman. Tersangka kami tangkap pada tanggal 6 Mei 2019 lalu.Tersangka ini sebenarnya pada saat itu mendapatkan pembebasan bersyarat pada tanggal itu, langsung kami tangkap di depan Lapas Bangkinang, Riau,” kata Kepala Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Agung Prabowo saat memberikan keterangan di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Semarang, Jumat (24/5/2019).

Agung menjelaskan, penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dari laporan seorang korban asal Kabupaten Demak berinisial IR. Kasus tersebut berawal saat korban berkenalan dengan tersangka Irvan melalui media sosial Facebook. Saat berkenalan tersebut tersangka Irvan mengaku sebagai seorang perwira Polri.

“Kenalannya lewat Facebook, tersangka Irvan ini menggunakan akun bernama ‘Yonbrimob Gegana (Apek)’. Setelah kenal kemudian keduanya intens berhubungan, mulai chatting sampai video call. Bahkan saat video call itu korban sampai memperlihatkan alat kelaminnya. Saat itu secara diam-diam tersangka merekam atau mengambil tangkapan layar (screenshot),” jelasnya.

Rekaman tersebut kemudian dimanfaatkan oleh tersangka untuk memeras korban. Pemerasan itu juga disertai dengan ancaman akan menyebarkan rekaman berita foto dan video di media sosial serta kepada keluarga korban.

“Korban ini sudah keluar uang sekitar Rp 50 juta tetapi foto dan video itu masih tetap disebar, di media sosial Facebook Berita Demak dan beberapa teman Facebook korban. Itu disebar pada bulan November 2018 lalu,” papar Agung.

Adapun perkara tersebut dilaporkan kepada polisi pad 15 Maret 2019. Setelah itu polisi melacak keberadaan pengunggah foto dan video. Setelah dilacak diketahui pengunggah yakni tersangka Irvan berada di Riau. Setelah didalami lagi ternyata tersangka berada di dalam Lapas.

“Kami pastikan lagi tanggal 27 Maret 2019 dan benar tersangka merupakan narapidana di Lapas Bangkinang. Jadi tersangka ini saat melancarkan aksinya, termasuk video call itu, dari dalam penjara. Langsung kami koordinasikan dengan Kalapas dan Polda Riau untuk menangkap tersangka yang mendapat pembebasan bersyarat pada tanggal 6 Mei 2019,” ungkapnya.

Agung menambahkan tersangka Irvan ini sebelumnya terlibat kasus pencabulan hingga dijebloskan ke Lapas Bangkinang. Selain itu antara tersangka dan korban tidak pernah bertemu atau bertatap muka secara langsung.

“Ini masih kami kembangkan. Dugaan kami korban dari Jateng ini hanya salah satu yang berani melapor,” tegas Agung.

Terkait kasus tersebut, tersangka Irvan dijerat Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27 ayat (4) UU RI nomor 19 tahun 2016 berikut perubahannya pada UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar. Barang bukti yang disita polisi antara lain tiga unit telepon seluler, sekolah kartu ATM, dan simcard.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menerima pertemanan di media sosial. Terlebih apabila orang itu benar-benar asing. Kasus semacam ini sudah sering terjadi, jadi masyarakat harus tetap waspada,” pungkasnya. (aka)

Caption:
– Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Agung Prabowo menunjukkan foto tersangka dan barang bukti telepon seluler yang digunakan untuk beraksi.

(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.