Sebaran Poster Caleg Muncul di Gereja Admodirono, Ini Sikap Bawaslu

Bagi-bagi poster caleg di gereja merupakan sebuah pelanggaran kampanye.

SEMARANG – Sejumlah poster kampanye milik caleg ditemukan bertebaran di lingkungan Gereja Paroki Santa Maria Keluarga Kudus di Jalan Admodirono, Semarang.

Poster Caleg yang tersebar di Gereja Admodirono Semarang. (fariz fardianto/metrojateng.com)

Temuan itu berupa kartu nama seorang caleg DPR RI dari PDIP Dapil Jateng 1 mencakup Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal dan Salatiga.

Caleg itu berinisial MMS. Dalam kartu nama tertera jelas foto, gambar parpolnya dan nomor urut. Mula-mula poster itu disebar oleh sekelompok orang yang berdiri di pagar keluar Gereja Admodirono. Ketika itu usai misa sore pukul 18.30. Sebaran poster kampanye yang sangat masif itu akhirnya juga diketahui oleh para jemaat gereja setempat.

“Saya dapat dua sebaran bahan kampanye berupa kartu nama bergambar caleg itu. Kejadiannya pas habis misa sore hari Minggu kemarin,” kata Utomo, jemaat setempat.

Terkait temuan tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Anik Solihatun, mengaku belum menemukan laporan terkait sebaran bahan kampanye di dalam gereja tersebut.

Ia menyatakan tindakan bagi-bagi poster caleg di gereja merupakan sebuah pelanggaran kampanye. Sebab, menurutnya Bawaslu telah mengeluarkan larangan para caleg untuk berkampanye di tempat ibadah, termasuk masjid, gereja dan sejenisnya.

“Itu masuknya sudah tindakan pelanggaran. Tapi kami belum mendapatkan laporannya. Yang jelas, kampanye di tempat ibadah itu dilarang keras oleh kami,” katanya.

Selama masa kampanye Pemilu saja, jumlah laporan kampanye di tempat ibadah nyaris tidak ada. Bawaslu terus berupaya menyelidiki adanya tindakan kampanye terselubung tersebut. Supaya ranah politik tidak dibawa masuk ke dalam tempat-tempat ibadah. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.