Sebanyak 6,9 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Peredaran rokok ilegal menyebabkan kerugian keuangan negara.

Sejumlah petugas memusnahkan barang bukti rokok ilegal. (Efendi/metrojateng.com)

 

 

SEMARANG – Sebanyak 6,9 juta batang rokok ilegal dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang, Selasa (15/1/2019).

 

Rokok tersebut peredarannya menyebabkan kerugian keuangan negara. Tak hanya rokok, sejumlah miras tak berlabel cukai maupun yang dijual di toko tak berlisensi juga dimusnahkan.

 

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang, Iwan Hermawan saat pemusnahan di halaman Kantor Bea Cukai Semarang, mengatakan jutaan batang rokok ilegal tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan sejak 2015 hingga 2018.

 

Penindakan dilakukan di wilayah kerja lembaganya yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak.

 

 

“Kebanyakan penindakan memang kami lakukan dalam proses pengiriman di jalan. Karena memang karakteristik wilayah kami sebagai jalur yang dilewati untuk mengirim produk. Dalam kurun waktu 2015 sampai 2018 ada 54 penindakan,” kata Hermawan.

 

Hermawan mengatakan, untuk rokok kebanyakan dikirim melalui daerahnya dari beberapa wilayah. Di antaranya sejumlah daerah di Jawa Timur. Kemudian Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara.

 

“Dari beberapa daerah tersebut kebanyakan dikirim ke daerah Jawa Barat seperti Banten, bahkan sampai ke luar pulau seperti Sumatera yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi,” imbuh Hermawan.

 

Dari peredaran barang ilegal yang berhasil diamankan itu, Hermawan menyebut potensi kerugian negara di bidang cukai mencapai sekitar Rp 3 miliar.

 

Selain rokok sebagai produk hasil tembakau, Bea Cukai Semarang juga memusnahkan beberapa barang bukti lain. Di antaranya 712 bungkus tembakau iris serta 45 botol minuman beralkohol yang tak berlabel cukai maupun penjualannya tanpa izin. (fen)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.