Sebanyak 193 KK Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Setiap warga penerima manfaat akan diberi bantuan non tunai sebesar Rp 110.000 yang ditransfer setiap bulan ke dalam kartu keluarga sejahtera yang dipegang oleh setiap keluarga penerima manfaat.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyalurkan bantuan kepada 193 Kepala Keluarga (KK) yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Semarang Tengah. Hal itu sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah pusat sekaligus bentuk perhatian kepada warga Semarang yang membutuhkan.

Hendi sapaan akrab wali kota menjelaskan, bahwa program ini merupakan bentuk subsidi silang, yaitu pihak yang mampu memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.

“Warga hari ini ada yang sukses dan masih ada yang kekurangan. Pemerintah melihat hal ini sebagai subsidi silang. Yang mampu bisa bayar pajak, dan yang tidak mampu Pemerintah mengalirkan APBN dan APBD agar bisa lebih baik lewat program BPNT,” terang Hendi baru-baru ini.

Lebih lanjut Hendi menjelaskan, setiap KPM akan diberi bantuan non tunai sebesar Rp 110.000 yang ditransfer setiap bulan ke dalam kartu keluarga sejahtera yang dipegang oleh setiap keluarga penerima manfaat. Kemudian dana dalam kartu tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di e-Warong.

Sementara di Kecamatan Semarang Tengah sendiri saat ini ada dua E-warong  yang sudah berjalan. “Mereka belanja dengan menggesek kartu tersebut untuk beli beras, gula, telur dan kebutuhan sehari-hari lain,” ungkap Hendi.

Tahun 2019 Kota Semarang memperoleh kuota KPM sebanyak 39.190 terdiri dari KPM aktif berjumlah 37.483, KPM usulan baru sejumlah 1.208, dan KPM ganti pengurus 322. Dalam penyerahan BPNT tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Camat Semarang Tengah bahwa Kecamatan Semarang Tengah mendapat kuota 1784 KPM, di mana 193 KK adalah merupakan bagian penambahan kuota.

Hendi juga tidak lupa mengajak KPM penerima BPNT untuk berkomitmen menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya, dan siap apabila sudah mampu tidak mendapat bantuan lagi.

“Yang penting bapak-ibu siap menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya. Bila kemudian sudah mampu dan masuk golongan keluarga sejahtera lebih bijak untuk tidak mendapatkan bantuan, agar kemudian diperuntukkan bagi warga masyarakat lain yang lebih membutuhkan,” pesan Hendi.

Di samping memberikan bantuan BPNT, Wali kota Hendi juga selama ini telah menunjukkan keberpihakannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di bidang kesehatan misalnya, pada tahun 2018 Hendi meluncurkan program UHC di mana masyarakat tidak mampu bisa memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan mudah. Di bidang pendidikan, wali kota juga memberikan bea siswa bagi warga kurang mampu serta program RTLH yang telah merambah hingga 11.000 unit rumah. (duh)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.