SBI Dukung Pemanfaatan RDF Untuk Co-firing PLTU

Hasilkan Energi Pengganti Batubara,

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menyelenggarakan
Sustainable Development Webinar Series tentang Teknologi Pemanfaatan Refused Derived Fuel (RDF) untuk Co-Firing PLTU.

 

JAKARTA, METROJATENG.COM – Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), bersama dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – SIG, melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menyelenggarakan Sustainable Development Webinar Series tentang Teknologi Pemanfaatan Refused Derived Fuel (RDF) untuk Co-Firing PLTU. Webinar ini merupakan wujud kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, sekaligus mendorong pengembangan program pengolahan sampah dan lingkungan di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan – Kemenko Marves, Nani Hendiarti, menyampaikan dalam sambutannya, “Saat ini Indonesia sedang dalam kondisi darurat sampah, jumlahnya terus bertambah. Sementara perlu dicari teknologi yang dapat menjadi solusi dan mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu 70% penanganan sampah dan 30% penerapan 3R di tahun 2025. Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar merupakan salah satu solusi dan bentuk perwujudan komitmen Pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan”. 

Ketahanan energi yang bersumber pada energi baru dan terbarukan menjadi keniscayaan dalam pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui upaya waste to energy. Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif Refused Derived Fuel (RDF) telah dilakukan Perusahaan di beberapa kota di Indonesia, diantaranya Kabupaten Cilacap dan DKI Jakarta. “Metode pemanfaatan ini merupakan pengembangan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu kami juga ingin memberikan solusi dan kontribusi dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat”, ujar Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Lilik Unggul Raharjo.

Selain untuk substitusi batu bara di industri semen, RDF juga dapat dimanfaatkan sebagai co-firing di pembangkit listrik. Co-firing merupakan metode substitusi sebagian batubara dengan bahan bakar yang berasal dari energi terbarukan (renewable energy) pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan. Metode ini  memiliki 2 manfaat sekaligus yaitu sebagai salah satu solusi pengolahan sampah dan sebagai substitusi bahan bakar fosil seperti batu bara, yang dapat dimanfaatkan di PLTU untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Diharapkan melalui pemanfaatan RDF untuk co-firing pada sektor pembangkit listrik, kedepannya PLTU di Indonesia dapat menggunakan teknologi ini sebagai kontribusi dalam penanganan sampah dan mendukung terwujudnya komitmen Indonesia dalam menerapkan energi terbarukan.

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.