Sawah Terendam Banjir, Petani di Jepara Terancam Rugi

Hingga saat ini sedikitnya 200 hektare areal persawahan di Desa Batukali, terendam banjir. Kalau airnya tidak segera surut, pohon padi bisa membusuk

JEPARA – Ratusan lahan pertanian di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara terendam banjir. Padahal lahan tersebut baru satu bulan ditanami padi.

Ratusan hektare sawah di Jepara terendam banjir. Foto: metrojateng.com

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, dari laporan yang diterimanya, hingga saat ini sedikitnya 200 hektare areal persawahan di Desa Batukali, terendam banjir. Ketinggian banjir antara 20 hingga 60 centimeter.

“Dua ratus hektare lahan pertanian di Desa Batukali terendam banjir. Hal itu diakibatkan intensitas hujan tinggi,” ujarnya, Rabu (30/1/2019)

Bukan hanya itu, air yang meluap dari sungai desa setempat juga merendam jalan permukiman warga.

“Banjir tersebut juga merendam permukiman warga setempat. Setidaknya dua RW, yaitu RW 2 dan RW 4. Kami sedang melakukan pendataan, berapa yang terdampak banjir saat ini,” lanjutnya.

Saat ini, pihaknya langsung mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat. Tidak hanya itu, juga memaksimalkan peran relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Kebetulan Desa Batukali masuk dalam Destana, karena kerawanannya cukup tinggi. Kami juga kirimkan alat  pelampung, pinjam pakai,” paparnya.

Kusrin, seorang petani Desa Batukali menuturkan bahwa lahan pertanian miliknya sudah terendam banjir empat hari terakhir.

“Saya tidak tahu kondisi padi yang sudah sebulan saya tanam karena full terendam air. Kalau airnya tidak segera surut, pohon padi bisa membusuk,” tuturnya.

Menurutnya, lahan pertanian di desanya memang rawan banjir. “Tiap tahun pasti banjir meski ketinggian air berbeda-beda,” tandas dia. (MJ-23)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.