Sawah Terendam Banjir, Petani di Brangsong Terancam Gagal Panen

Tanaman padi yang terendam banjir rata-rata sudah berusia 70 hingga 90 hari dan sudah mendekati masa panen.

KENDAL – Banjir yang merendam Kecamatan Brangsong Kendal mengakibatkan puluhan hektare sawah di wilayah ini terancam gagal panen. Petugas Dinas Pertanian terus melakukan pendataan jumlah sawah yang terendam karena banjir masih menggenangi sejumlah titik.

Banjir masih menggenangi area persawahan di Kecamatan Brangsong Kendal, Jumat (5/4/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Sedikitnya 58 hektare sawah sudah dua hari terakhir terendam banjir dan dikhawatirkan akan menurunkan kualitas gabah karena padi mulai berisi. Sawah yang tergenang banjir berada di empat desa di Kecamatan Brangsong.

Empat desa tersebut yakni Desa Tosari ada 22 hektare, Desa Sidorejo 21 hektare, Desa Kertomulyo 10 haktare dan Desa Tunggusari seluas lima hektare.

Tanaman padi yang terendam banjir rata-rata sudah berusia 70 hingga 90 hari dan sudah mendekati masa panen. Petani Desa Sidorejo Brangsong, Zaenuri mengatakan banjir ini membuat petani merugi hingga jutaan rupiah.

“Perkiraan kerugian akibat banjir ini  menurunkan hasil panen hingga 40 persen,” katanya, Jumat (5/4/2019).

Senada juga disampaikan Ridwan. Dampak dari banjir hasil petani menurun sebab harga gabah normal bisa mencapai Rp 4 ribu per kilo. “Dengan kondisi seperti ini harga gabah turun antara Rp 3.500 sampai Rp 3.600  per kilogram gabah basah,” ujar Ridwan.

Sementara itu Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Brangsong, Nona Sitisupadmi membenarkan jika sawah terdampak banjir di Kecamatan Brangsong sekitar 58 hektare. “Namun untuk data hari ini belum masuk sebab petugas masih melakukan cek di lapangan,” katanya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.