SAR Semarang Evakuasi ABK Tewas di Kapal Berbendera Panama

Korban sudah meninggal di dalam kapal pada Sabtu (23/3), sekitar pukul 03.25. Namun baru dilaporkan ke petugas SAR pada Minggu (24/3) siang,

SEMARANG – Basarnas Kantor SAR Semarang mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) yang tewas di dalam kabin kapal MV GL Kaihou berbendera Panama, Minggu (24/3/2019) sore. Korban diketahui bernama Elvin Alinday Samson (47), seorang warga negara Filipina. Korban dievakuasi dari kapal bermuatan sapi yang berhenti di tengah laut, sekitar dua mil dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kantong jenazah berisi jasad Elvin Alinday Samson warga negara Filipina dan ABK Kapal MV GL Kaihou berbendera Panama dievakuasi oleh tim SAR. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

“Hari ini, pukul 13.00, kami mendapat informasi dari agen kapal bahwa ada salah seorang ABK meninggal dunia. Kami diminta tolong untuk membantu proses evakuasi. Tim yang terdiri dari petugas SAR, KKP, dan Karantina kemudian menuju kapal yang berjarak 2 mil dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk melakukan evakuasi medivac, tim berangkat dari dermaga sekitar pukul 14.00,” kata Kasi Operasi Kantor SAR Semarang, Agung Hari Prabowo, saat ditemui di dermaga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Agung menjelaskan evakuasi korban baru bisa dilakukan setelah mendapat konfirmasi dari KKP yang melakukan identifikasi lebih dahulu. Petugas yang melakukan evakuasi juga mengenakan peralatan lengkap karena dikhawatirkan ada virus. Hal itu sesuai dengan prosedur evakuasi korban di meninggal di dalam kapal.

“Prosesnya itu menunggu informasi dari kkp yang mengidentifikasi korban. Kalau dinyatakan clear kami baru melakukan evakuasi. Prosedur evakuasi pada situasi seperti ini menunggu KKP,” ungkapnya.

Tim evakuasi yang dipimpin oleh Kapten Muhari tersebut kemudian tiba kembali di dermaga sekitar pukul 16.40. Jasad warga negara Filipina yang sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah kemudian diturunkan dari kapal karet dan dimasukkan ambulans.

Kapal MV GL Kaihou berbendera Panama tersebut diketahui berlayar dari Fremantle Australia menuju Haypong Vietnam. Kapal berangkat dari Australia pada tanggal 16 Maret 2019. Kapal tersebut diketahui juga memuat sapi.

“Untuk kapal informasi terakhir masih di tengah laut, belum melanjutkan perjalanan. Kapal ini berlayar dari Australia dengan tujuan Vietnam,” jelas Agung.

Sementara dari informasi yang diperoleh, korban sudah meninggal di dalam kapal pada Sabtu (23/3), sekitar pukul 03.25. Namun baru dilaporkan ke petugas SAR pada Minggu (24/3) siang, pukul 13.00. Belum diketahui secara pasti penyebab korban meninggal. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.

“Ada indikasi sakit tetapi apa penyebabnya itu bukan ranah kami. Kami hanya proses evakuasi. Penyebabnya silakan tanya ke KKP. Kepolisian nanti juga akan memeriksa lebih lanjut, apakah akan diotopsi atau tidak,” katanya.

Dokter Rudi Purnomo, dari FO Pelayanan Kematian Bambang Purnomo menambahkan, jasad korban dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan di rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti.

“Jenazah dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Kalau dari keterangan tim yang mengevakuasi, ada dugaan sakit. Masih dibutuhkan pemeriksaan seperti otopsi agar lebih jelas,” ungkapnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.