Sapi Pemakan Sampah TPA Jatibarang Berpotensi Kandung Timbal

Puluhan sapi di TPA Jatibarang memakan sampah.

SEMARANG- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang meminta masyarakat setempat mewaspadai penjualan sapi pemakan sampah untuk dijadikan sebagai hewan kurban saat Idul Adha 1439 H.

Hewan ternak sapi memakan sampah di TPA Jatibarang, Ngaliyan, Kota Semarang, Senin, 6 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/FarizFardianto

Kepala DLH Kota Semarang, Muthohar mengatakan, sapi pemakan sampah mengandung senyawa yang membahayakan tubuh manusia. Ia menduga, sapi dari sana ikut dijual untuk kurban.

“Kita sejak jauh hari sudah mengingatkan kepada para penggembala di Jatibarang supaya tidak memperjualbelikan sapi-sapinya yang dilepasliarkan di sana. Sebab, dagingnya bisa mengandung timbal yang membahayakan kesehatan manusia. Yang mengonsumsi bisa mengalami gangguan pencernaan dan penyakit lainnya,” ungkap Muthohar kepada metrojateng.com, Senin 6 Agustus 2018.

Ia menyayangkan ulah pemilik sapi di Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan dan sekitarnya masih nekat melepasliarkan hewan ternaknya di area TPA Jatibarang.

Tak jarang, petugasnya mendapati banyak sapi yang berkeliaran memakan sisa makanan dalam kantong plastik maupun kaleng di sekitar pembuangan sampah.

Muthohar menyatakan dirinya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat BambanKerep untuk tidak lagi memelihara sapinya di Jatibarang.

“Berulang kali dilarang tapi tidak digubris. Mendekati perayaan Idul Adha nanti, kita akan mendirikan posko di sana untuk memperketat pengawasan terhadap sapi ternak milik warga,” bebernya.

Pantauan metrojateng.com di TPA Jatibarang, Senin, 6 Agustus 2018, jumlah sapi yang dilepaskan di lokasi pembuangan sampah mencapai puluhan ekor. Sapi-sapi milik warga bertebaran dari ujung pintu masuk sampai memenuhi jalanan menuju pembuangan sampah. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.