Sapi Pemakan Sampah Terlarang untuk Hewan Kurban

Pemkot mengklaim penjualan sapi pemakan sampah untuk hewan kurban tak ada di Semarang.

SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang mengklaim tidak ada sapi pemakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, yang diperjualbelikan sebagai hewan kurban di kota Semarang.

Hewan ternak sapi memakan sampah di TPA Jatibarang, Ngaliyan, Kota Semarang, Senin, 6 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/FarizFardianto

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, sapi yang memakan sampah dilarang untuk dijual di Kota Semarang. Namun, pihaknya tidak dapat memantau jika sapi pemakan sampah itu dijual untuk hewan kurban di luar Semarang.

“Kalau ternyata dijual ke luar Semarang kami tidak tahu. Dijualnya ke mana, kami juga tidak tahu,” katanya, Rabu (15/8/2018).

Dari pantauan metrojateng.com di TPA Jatibarang, setiap hari ada sejumlah hewan ternak sapi yang mengais makanan dari tumpukan sampah. Sebuah penelitian menyebut, daging pada sapi pemakan sampah mengandung timbal yang berbahaya bila manusia memakan daging sapi itu.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah membentuk kelompok-kelompok tani untuk  pemelihara sapi di sekitar TPA Jatibarang. Mereka telah diminta untuk membuat kandang. Namun diakui, masih banyak sapi yang dilepas dan memakan sampah dari TPA Jaribarang.

“Kami punya data kelompok tani dan sapi yang dipelihara di sekitar TPA Jatibarang. Sampai sekarang tidak ada sapi pemakan sampah yang dijual di sini sebagai hewan kurban,” kata dia.

Ditambahkan, sapi yang memakan sampah sebenarnya bisa tetap aman untuk dikonsumsi dengan catatan melalui karantina selama tiga bulan sampai empat bulan sebelum disembelih. Setelah itu dilakukan pemeriksaan laboratarium untuk memastikan sudah tidak ada kandungan logam berbahaya dalam dagingnya. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.