Santri Ponpes Al Musyafa Deklarasi Tolak Hoaks

Santri dan santriwati di Ponpes Al Musyafa dilarang menggunakan telepon genggam.

KENDAL – Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Musyafa, Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kendal menggelar doa bersama dan deklarasi pemilu damai, Kamis (31/1/2019). Santri juga sepakat untuk menolak semua berita hoaks, ujaran kebencian dan provokasi yang bisa memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Deklarasi Pemilu Damai santri Ponpes Al Musyafa, Kamis (31/1/2019). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Santri dan santriwati di Ponpes Al Musyafa dilarang menggunakan telepon genggam. Langkah ini untuk mencegah penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian yang kerap muncul di media sosial.

“Alhamdulillah santri di sini dilarang membawa dan memakai telepon genggam jadi tidak mudah terpengaruh media sosial. Namun demikian perlu pemahaman dan arahan agar tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak benar,” jelas Samsul Huda, pengasuh ponpes.

Dikatakan, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian tidak hanya melalui telepon genggam. Dengan membentengi santri dan santriwati tidak ikut arus menjadi cara yang efektif untuk mencegah penyebaran hoaks.

“Untuk itulah ratusan santri dan santriwati ini mendeklarasikan ajakan pemilu damai dan menolak hoaks serta penyebaran ujaran kebencian,” imbuhnya.

Ada lima poin dalam deklarasi pemilu damai di Ponpes Al Musyafa, yakni tetap setia kepada pancasila dan UUD 1945, menciptakan keamanan, ketentraman dan ketertiban bersama TNI dan polri.

Huda menambahkan, salah satu cara untuk menciptakan pemilu damai dan aman adalah dengan menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.