Sambut Libur Akhir Tahun, Pemkot Magelang Siapkan Posko di 4 Titik

Puncak kepadatan angkutan diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-2 Natal, yakni 21-22 Desember 2018.

MAGELANG –  Pemerintah Kota Magelang bersama dengan sejumlah instansi terkait mulai mempersiapkan berbagai langkah menjelang libur panjang peringatan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Tidak hanya dalam bidang pengamanan, persiapan stok sembako maupun darah juga menjadi fokus perhatian.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina memberikan paparan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, Rabu (12/12/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Dalam kegiatan paparan kesiapan Pemerintah Kota Magelang menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Ruang Adipura, Wakil Wali Kota, Windarti Agustina meminta agar persediaan kebutuhan pokok di beberapa swalayan di Kota Magelang dipersiapkan.

“Saya minta juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk tetap melakukan inspeksi khusus terkait stok barang-barang makanan,” ujar Windarti di sela paparan, Rabu (12/12/2018).

Untuk diketahui, stok kebutuhan pokok masyarakat di Kota Magelang per 6 Desember 2018, yang ada di 8 distributor mencapai puluhan ton. Di antaranya beras 4,8 ton, gula pasir 59,9 ton, minyak goreng 29,9 ribu liter, tepung terigu 63 ton, kedelai 10,3 ton.

Adapun untuk kesediaan fasilitas bidang kesehatan, seperti ambulans, rumah sakit dan puskesmas, Windarti juga meminta agar seluruhnya siap standby selama 24 jam. Baik sebelum, ketika, maupun setelah perayaan acara Natal dan Tahun Baru.

“Antisipasi untuk stok darah di PMI, maupun ambulans harus selalu ready,” katanya.

Sementara itu, puncak kepadatan angkutan diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-2 Natal, yakni 21-22 Desember 2018. Untuk pengawasan dan pengamanan, akan dibangun posko pengamanan terpadu pada 21 Desember 2018-3 Januari 2019.

Posko akan dibangun di 4 titik, yaitu di simpang Hotel Trio, simpang Kebonpolo, Alun-alun, Terminal Tidar. Tidak hanya dilengkapi dengan kamera CCTV, posko pengamanan ini juga melibatkan personel gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Magelang, TNI, dan Polri.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Magelang, AKBP Kristanto mengatakan, libur panjang yang bersamaan dengan libur sekolah akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Khususnya di objek wisata. Sehingga akan menimbulkan kemacetan lalu lintas dan padatnya sentra ekonomi. 

“Kami merekomendasikan agar Dinas Perhubungan, pengelola tempat wisata, pengelola sentra ekonomi mengantisipasi melonjaknya kebutuhan lokasi parkir, ikut menjaga keamanan lokasi, dan mengoptimalkan fungsi CCTV yang tersedia sebagai sarana pengawasan,” terangnya.

Kristanto menambahkan, terpusatnya alun-alun sebagai tumpuan perayaan malam pergantian tahun, akan menimbulkan kerawanan kejahatan konvensional (curas, curat, curanmor, miras, dan perkelahian antar warga).

Dia pun meminta Satpol PP dan Dinas Kesehatan, serta TNI untuk menyiapkan personel yang dilibatkan dalam pengamanan Natal dan tahun baru baik pospam, patroli gabungan, maupun siaga.

“Kami juga merekomendasikan Diskominfo agar membantu sosialisasi car free night baik penutupan, alih arus, rekayasa lau lintas, dan lokasi kantong parkir. Yang akan dilaksanakan pada saat perayaan pergantian tahun baru,” jelasnya. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.