Sakit Menahun, Kakek di Banjarsari Nekat Terjun dari Lantai Tiga

Korban beberapa kali mencoba bunuh diri tapi selalu bisa digagalkan anaknya

SOLO – Sugiman (89) warga rumah deret kawasan Kusumodingratan, Keprabon, Banjarsari, Solo ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan usai melompat dari lantai tiga, Senin (5/11/2018). Korban diduga nekat mengakhiri hidup lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh.

Ganito sedang menunjuk ke arah korban jatuh, Senin (5/11/2018). Foto: metrojateng.com

Saksi mata, Ganito (42), penjual sate, mengaku kaget saat ada seseorang yang jatuh tepat di depannya. Ia langsung melapor ke ketua RT setempat dan menyuruh adiknya menelepon Polsek Banjarsari.

“Saya itu baru sampai ke tempat jualan. Saya duduk lima menit, ada suara ‘bruk’. Ternyata ada orang jatuh, tengkurap,” jelasnya.

Ganito menjelaskan, korban adalah tukang becak yang sering beribadah ke masjid. “Tidak begitu mengenal dekat. Orangnya rajin ke masjid, tapi sudah sebulan ini kata tetangga ia sudah tak pernah beribadah lagi,” terangnya. 

Sementara itu, Sri Sugiyanti (54), anak Sugiman mengaku sedih dan terpukul atas kematian ayahnya. Ia mengakui jika sudah beberapa kali ayahnya ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Menurut Sri, ayahnya menderita sakit jantung, sehingga membuatnya untuk membatasi aktivitas.

“Sudah lama mengeluh sakit sesak di dada. Ayah saya kena jantung. Beberapa kali memang mencoba bunuh diri tapi selalu saya gagalkan. Yang terakhir ini saya pas sedang masak,” jelasnya.

Sugiman sudah tidak bekerja sejak lama. Saat masih sehat, pekerjaan sehari-harinya menjadi tukang becak. Sri telah mencoba mengobati penyakit ayahnya tersebut, tapi hasilnya nihil.

“Dulu mbecak. Tetapi saat sudah tua, mau mbecak saya larang. Tidak boleh,” urainya.

Korban selanjutnya akan dimakamkan di rumah orangtuanya di kawasan Krisak Wonogiri, Selasa (6/11) besok. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.