Sabu Jaringan Jepara-Pontianak Dimusnahkan, BNNP Jateng Buru Tersangka Lain

Petugas juga masih memburu tersangka lain yang masuk dalam jaringan tersebut.

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan barang bukti sabu seberat 199,5 gram yang disita dari pengedar narkotika jaringan Jepara-Pontianak. Batang bukti tersebut hasil pengungkapan pada tanggal 9 Juli 2019 lalu di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu petugas juga masih memburu tersangka lain yang masuk dalam jaringan tersebut.

Lima tersangka pengedar narkotika jenis sabu jaringan Jepara-Pontianak yang ditangkap BNNP Jawa Tengah pada bulan Juli 2019 lalu.(metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

“Hari ini kami memusnahkan barang bukti sabu dengan berat 199,5 gram dari total 200 gram yang disita pada tanggal 9 Juli 2019 lalu. Sisanya seberat 0,5 gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian dalam persidangan,” kata Plt Kabid Brantas BNNP Jawa Tengah, Susanto, usai pemusnahan di kantor BNNP Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Kamis (15/8/2019).

Pemusnahan barang bukti sabu tersebut berdasarkan mandat Pasal 91 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika dan penetapan status barang bukti yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Semarang. Barang bukti sabu dimusnahkan menggunakan mesin incinerator.

Susanto menjelaskan ada lima tersangka dalam pengungkapan jaringan Jepara-Pontianak yang melibatkan narapidana ini. Dua tersangka ditangkap di Semarang pada tanggal 9 Juli 2019 yakni Sutan Andi Widakso (35), warga asal Jepara, dan Feri Ariyanto alias Paidi (38), narapidana Lapas Kedungpane Semarang. Sutan merupakan kurir yang diperintahkan oleh Paidi untuk mengambil paket sabu 200 gram ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Pengembangan terhadap dua tersangka tersebut akhirnya petugas menangkap tiga tersangka lain di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 23-24 Juli 2019. Mereka adalah Minggus Indriansyah alias Anong (38) dan Yusuf alias Suf (33), dua narapidana yang mendekam di Lapas Pontianak, serta Zupiandi (26), warga asal Kampung Beting, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Alur jaringan ini adalah Paidi memesan sabu ke Minggus di Pontianak, lalu menyuruh Sutan mengambilnya. Minggus ini perantara, pesanan dari Semarang diserahkan ke Yusuf, lalu Yusuf memerintahkan Zupiandi untuk memberikan barang ke Sutan,” jelasnya.

Meski telah menangkap lima tersangka, petugas BNNP Jawa Tengah saat ini masih memburu pemasok sabu jaringan tersebut. Susanto menyebutkan saat ini sudah diterbitkan DPO untuk orang yang dimaksud tersebut tetapi ia belum membeberkan identitasnya.

“Masih kami kembangkan lagi. Kami butu tersangka lain yang kelasnya lebih tinggi. Sudah masuk dalam DPO kami,” tegasnya. (aka).

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.