Ruwatan Telaga Sejuta Akar, Menjaga Kelestarian Sumber Kehidupan

Dalam acara ruwatan mata air, juga dimeriahkan dengan bazar jajanan ndeso, festival kopi Jepara, bazar tanaman

JEPARA – Ruwatan mata air Telaga Sejuta Akar Dukuh Margokerto, Desa Bondo Kecamatan Bangsri berlangsung meriah. Para sesepuh masyarakat, generasi muda, laki-laki, perempuan menjadi saksi atas peristiwa eko-religi ruwatan mata air tersebut.

Ruwatan mata air Telaga Sejuta Akar Dukuh Margokerto, Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Jepara. Foto: metrojateng.com

Ketua Panitia Hadi Priyanto mengatakan, acara ruwatan mata air yang dikemas dalam rangkaian kegiatan dua hari bertajuk Festival Mata Air ke-2 Tahun 2018. Digagas oleh Yayasan Kartini Indonesia (YKI) dan masyarakat sekitar.

Dikatakan Hadi, ruwatan mata air ini sebagai ikhtiar untuk lebih mencintai lingkungan sekitar. “Ini adalah usaha agar ingat bahwa mata air dan lingkungan hidup adalah mandat dari Tuhan yang harus dijaga dan dirawat bersama,” kata Hadi, Minggu (28/10/2018)

Dalam acara ruwatan mata air, juga dimeriahkan dengan bazar jajanan ndeso, festival kopi Jepara, bazar tanaman, pagelaran barongan, fun selfie contest, penanaman pohon penghijauan serta melukis on the spot. Sedangkan yang ditunggu masyarakat pada malam harinya, yaitu gelar budaya sendratari kethek putih.

“Ada sembilan kegiatan yang dilakukan. Semuanya ke arah kepada keinginan untuk menjaga alam dengan sebaik-baiknya,” ungkap Hadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah Sugeng Riyanto, mengatakan, saat ini perlu adanya tabungan air bersih untuk keperluan masa yang akan datang. “Kita perlu menyedikan pasokan air bersih, salah satunya dengan tetap merawat sumber-sumber mata air yang ada di daerah. Termasuk dengan upaya pelestarian ruwatan ini,” kata dia.(MJ-23)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.