Rutin Beri ‘Upeti’, Penjual Miras Ini Tetap Kena Razia

Puluhan botol minuman keras ditemukan petugas disembunyikan penjual di kandang ayam di belakang warung.

KENDAL – Seorang pedagang minuman keras (miras) di Desa Bulugede Kecamatan Patebon Kendal mencoba merayu petugas untuk tidak mengangkut dagangannya. Ia mengaku sudah terbiasa berjualan miras dan kerap memberikan upeti kepada seorang oknum petugas.

Razia minuman keras di Kendal, Selasa (14/8/2018) malam. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Selasa (14/8/2018) malam, Tim Kuda Hitam Sabhara Polres Kendal merazia sebuah warung di sudut Desa Bulugede. Warung yang berada jauh dari permukiman ini disinyalir menjual minuman keras secara sembunyi-sembunyi.

Petugas sempat kesulitan mencari minuman keras di warung tersebut. Namun upaya pencarian terus dilakukan dan membuahkan hasil.

Puluhan botol minuman keras ditemukan petugas disembunyikan penjual di kandang ayam di belakang warung. Sumirah, pemilik warung meminta petugas untuk tidak membawa miras tersebut.

Namun, Tim Kuda Hitam tetap mengangkut miras berbagai merek ini dan meminta Sumirah untuk datang ke Pengadilan Negeri Kendal menjalani sidang tindak pidana ringan.

Menurut Sumirah, ia kerap memberi upeti kepada seseorang yang mengaku petugas. “Jualan sudah lama, biasanya kalau ada razia dihubungi terlebih dahulu oleh petugas tersebut. Tidak hanya itu, jika petugas meminta contoh untuk dibawa sebagai laporan, saya memberikannya tetapi tidak semua miras diangkut,” jelasnya.

Setidaknya 60 botol minuman keras diangkut petugas ke Maporles Kendal. Sedangkan penjual minuman keras ini didata dan akan menjalani sidang tindak pidana ringan.

Kasat Sabhara Polres Kendalm AKP Ali Musofa mengatakan razia minuman keras ini sudah dilakukan tiga hari berturut-turut. “Dari hasil razia selama tiga hari ini polisi mengamankan 500 lebih botol minuman keras,” katanya.

Razia ini dilaksanakan untuk menjaga situas kondusivitas wilayah Kendal bebas dari peredaran minuman keras dan kejahatan akibat mengonsumsi minuman keras. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.