Rutan Jepara Tak Miliki Alat Pendeteksi Narkoba

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

JEPARA –Setelah Polres Jepara mensinyalir peredaran narkoba di Jepara dikendalikan dari dalam rumah tahanan (rutan), pihak Rutan Kelas II B Jepara langsung memperketat pengawasan para penghuninya. Seperti dikemukakan Kepala Rutan Kelas II B Jepara, Sri Yanti, Kamis (28/5), pihak rutan tak ingin kecolongan terkait kasus ini.

Bahkan menurut Sri Yanti, penjagaan dan pengawasan diperketat tidak hanya berlaku bagi penghuni Rutan. Pengawasan terhadap keluarga penghuni Rutan yang berkunjung pun diperketat.

“Antisipasi untuk penghuni Rutan dengan memperketak penggledahan dan operasi rutin. Sementara, untuk anggota keluarga penghuni Rutan kami sarankan untuk tidak memenuhi permintaan penghuni rutan yang aneh-aneh, seperti sabu-sabu, pil decstro, dan sejenisnya,” papar Sri Yanti.

Hanya saja, sampai saat ini pihak Rutan mengaku masih lemah dalam mendeteksi masuknya narkoba ke dalam Rutan. Pasalnya, hingga saat ini Rutan Kelas II B Jepara belum memiliki alat pendeteksi narkoba.

“Saat ini Rutan dihuni 239 penghuni. Dari jumlah tersebut, napi narkoba sebanyak 23 orang dan tahanan kasus narkoba sebanyak 14 orang,” tutup Sri Yanti. (MJ-17)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

37 − 32 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.