Rupiah Melemah, Kunjungan Turis Asing ke Borobudur Melonjak Drastis

Dua bulan terakhir ini, kunjungan wisman mencapai 600-700 orang per hari atau naik 100 persen.

MAGELANG – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, justru berdampak positif pada kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang.

Kunjungan wisman ke Borobudur meningkat saat nilai tukar rupiah melemah. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, I Gusti Putu Nugraha Sedana membenarkan jika faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong turis asing ramai-ramai berbelanja ke Indonesia termasuk berlibur.

Dua bulan terakhir ini, kunjungan wisman mencapai 600-700 orang per hari atau naik 100 persen. Sebelumnya hanya berkisar 100-300 orang per hari.

“Mereka tidak hanya berlibur ke Candi Borobudur saja, namun juga ke Bali dan obyek wisata di seluruh Indonesia ,” paparnya, Kamis (23/8/2018).

Putu mengungkapkan, wisman yang datang berasal dari banyak profesi. Dari beberapa yang ditanya, ada yang mengaku berprofesi sebagai pelayan toko dan tukang kebun.

“Mereka asyik saja berlibur ke Indonesia, karena gajinya sangat cukup untuk berbelanja di Indonesia dan mengunjungi obyek-obyek wisata seperti Borobudur dan Bali,” ujarnya.

Putu menambahkan, kenaikan jumlah wisman yang didominasi oleh turis Cina dan Eropa sudah terjadi sejak bulan Juli lalu. Semakin meningkat pada awal Agustus. Namun di akhir bulan ini sudah mulai menurun.

Penyebabnya, karena musim liburan di sana sudah hampir habis. “Bulan Juli dan Agustus merupakan musim libur orang-orang asing,” jelasnya.

Dia menambahkan, wisman yang berkunjung ke Candi Borobudur, banyak yang mengambil paket sunrise. Sehingga waktu tinggal mereka di sini juga relatif lebih lama, karena harus datang pagi-pagi sekali ke Candi Borobudur.

“Mereka banyak yang menginap di homestay di sekitar candi Borobudur, apalagi harganya relatif sangat terjangkau hanya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu/hari,” katanya

Putu menyebutkan, pada Juni lalu kunjungan wisman sebanyak 15.772 orang. Sedang di bulan Juli melonjak drastis mencapai 44.436 orang.

“Untuk bulan Agustus belum kami kalkulasi. Di awal Agustus ini, terjadi peningkatan, namun mendekati akhir bulan sudah mulai berkurang,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kunjungan wisatawan nusantara (Wisnu) di bulan Juni mencapai 447.384 orang dan di bulan Juli justru menurun menjadi 295 ribu.

Pada Juli tahun 2017 lalu, imbuh Putu, jumlah wisman sebanyak 41.643 dan untuk wisnu 360.320. Sedangkan di bulan Agustus, wisman ada 165.329, untuk wisnu 215.644. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.