Rumah Sakit Nasional Diponegoro Luncurkan CT Scan Generasi Terbaru

Adanya alat canggih CT Scan generasi terbaru tersebut, maka rumah sakit ini dapat dijadikan rujukan spesialis penyakit jantung.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan jajaran manajemen Rumah Sakit Nasional Diponegoro saat soft launching alat CT Scan 128 Slice. Senin (11/2/2019). (Foto: Ade Lukmono/metrojateng.com)

SEMARANG – Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang melakukan soft launching alat CT Scan 128 Slice, di ruang radiologi RSND, Semarang, Senin (11/2/2019). Penambahan layanan tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Alat untuk memeriksa organ dalam ini merupakan sumbangan dari Pemprov Jawa Tengah untuk RSND yang dikelola Undip Semarang ini.

Wakil Rektor Undip Muhamad Zainuri berharap alat ini dapat menunjang  proses pendidikan dan layanan kesehatan khususnya jantung termasuk menjadi rumah sakit rujukan di Kota Semarang.

Direktur RSND, Soesilo Wibowo  mengatakan bahwa CT Scan 128 Slice ini berbeda dengan alat CT Scan yang lain. Pasalnya CT Scan ini merupakan alat generasi terbaru.

“Alat ini mampu memberi gambaran diagnostik lebih baik, terutama pemeriksaan organ bergerak, semisal jantung,” papar Susilo.

Dia berharap dengan adanya alat CT Scan terbaru ini semakin melengkapi peralatan yang ada di RSND Semarang. Saat ini di rumah sakit tersebut ada belasan layanan klinik. Di antaranya klinik umum, kesehatan anak, penyakit dalam, bedah, mata, THT, saraf, kulit dan kelamin, jantung dan lain-lain.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang datang di soft launching ini berharap alat tersebut digunakan sebaik-baiknya dan masyarakat bisa mendapatkan penanganan medis yang jauh lebih baik dan lengkap dari rumah sakit yang pengelolaannya berada di bawah Universitas Diponegoro (Undip).

“Kepada Undip termasuk RSND kami mengajak dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam kesehatan. Dengan rumah sakit yang bagus, SDM yang kompeten dan peralatan yang canggih serta layanan kepada masyarakat yang berorientasi pada terjaminnya layanan kesehatan di Jawa Tengah,” pungkas Ganjar. (ade)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.