Rumah Kebanjiran, Warga Mengungsi ke Atas Tanggul Bengawan Solo

Ada tiga kelurahan di Kecamatan Mojolaban yang terendam. Desa Tegalmade ada 10 KK, Desa Laban 70 KK dan Desa Gadingan ada 30 KK.

SUKOHARJO Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) dari Desa Laban, Kecamatan Mojolaban harus mengungsi ke atas tanggul Sungai Bengawan Solo, setelah rumah mereka terendam banjir.

Tenda darurat yang didirikan di atas tanggul Sungai Bengawan Solo. Foto: metrojateng.com

Diketahui pada hari Rabu (6/3) sore hujan deras mengguyur wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Saat banjir datang, sekitar Pukul 22.00 WIB, seluruh warga diminta untuk mengungsi ke atas tanggul, di mana tenda sudah disiapkan oleh kantor kelurahan setempat.

Sekitar Pukul 23.00 WIB pompa air yang ada langsung dinyalakan untuk membuang air ke Sungai Bengawan Solo. Sehingga kondisinya tidak parah dan airnya cepat menyusut, kalau tidak akan lebih parah. Pasalnya lokasi tersebut merupakan langganan banjir, tapi tidak seperti dulu lagi setelah ada pompa air.

Banjir merendam Dukuh Kesongo RT 1/RW 2 Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban Sukoharjo, Rabu (6/3/2019). Foto: metrojateng.com

“Adanya pompa air ini sangat membantu. Kalau tidak RW 04 akan banjir lebih parah. Banjir ini berasal dari sungai kecil yang mengalir dari arah timur, karena pintu air menuju Sungai Bengawan Solo ditutup maka airnya itu balik,” kata Darmaji Tim Siaga Bencana Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kamis (7/3/2019).

Dari informasi yang diperoleh, ada tiga kelurahan di Kecamatan Mojolaban yang terendam. Desa Tegalmade ada 10 KK, Desa Laban 70 KK dan Desa Gadingan ada 30 KK. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.