Rukma Minta Korupsi Bansos Kebumen Tak Dipolitisasi

SEMARANG – Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi meminta agar kasus korupsi bantuan sosial pendidikan dan keagamaan Kabupaten Kebumen 2008 tidak dipolitisasi. Ia khawatir kasus ini dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politisnya.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi adanya sejumlah pengurus DPC PDIP Purworejo yang mendatangi Mapolres Kebumen. Kader banteng itu mengecek penangkapan Bagong atau Desi Akhiriyanto alias Bagong (42) setelah yang bersangkutan ditangkap di Purworejo, Senin (20/4).Bagong adalah mantan sopir pribadi Rukma Setyabudi. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian dan kejaksaan dalam kasus korupsi bansos Kabupaten Kebumen 2008.

“Kalau sudah masuk ranah hukum jangan dipolitisasi. Saya khawatir justru digunakan untuk kepentingan individu tertentu guna menyingkirkan atau memojokkan orang tertentu,” kata Rukma, di ruang kerja pimpinan DPRD Jateng, Rabu (22/4).

Atas tindakan pengurus DPC PDIP Purworejo, Rukma menilai DPD PDIP Jawa Tengah perlu melakukan evaluasi. Menurutnya tindakan itu tidak dapat dibenarkan.

“Kita akan evaluasi, kalau benar ada pengurus-pengurus yang seperti itu tentu ada tindakan dari partai,” kata Rukma yang juga menjabat Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Bidang Komunikasi Politik itu.

Terkait tudingan bahwa Rukma masih berhubungan dengan Bagong, ia membantah. Menurutnya, terakhir kali bertemu dengan Bagong sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014.

“Dulu memang Bagong bekerja sebagai sopir pribadi saya pada 2004-2006, saya sekarang sudah tidak ada hubungan apapun dengan yang bersangkutan apalagi kasus korupsi yang tidak saya ketahui secara pasti itu terjadi 2008,” katanya.

Rukma menegaskan, dirinya tidak akan melakukan intervensi pada penanganan kasus korupsi bansos Kabupaten Kebumen, meskipun namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Penangkapan Bagong menurutnya justru akan membuktikan dirinya tidak pernah terlibat kasus bansos. “Kemarin kan isinya asumsi, anggapan, dan dugaan yang dikembangkan ‘jarene‘ (katanya), saya harap sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Agung Firdaus menyatakan dirinya tidak pernah beniat mempolitisasi. Ia mendatangi Mapolres Kebumen karena ingin memastikan bahwa Bagong benar-benar ditangkap polisi.

“Saya dapat kabar ada penangkapan Bagong, lalu sata bersama pengurus DPC ke mapolres, cuma ingin memastikan saja kalau itu benar Bagong,” tegasnya.

Bagong ditangkap di agen bus PO Sumber Alam Jalan Kyai Brengkel pada Senin (20/4) sekitar pukul 05.15 WIB.Tersangka Bagong yang beralamat di Dukuh Plaosan RT 01 RW 16 Kelurahan Purworejo Kota itu ditangkap saat hendak naik bus PO Sumber Alam menuju ke Semarang. (byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

69 − = 64

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.