Ruang Laktasi Untungkan Perusahaan

Perusahaan jadi produktif, karena meminimalkan absensi dari karyawan perempuan. Tapi baru sedikit yang menerapkan.

SEMARANG- Menurut data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, hampir separuh pekerja yang ada di Jawa Tengah adalah kaum perempuan.


Diskusi publik dengan tema “Tempat Kerja Pro ASI: Seperti Apa Pratiknya” di Hotel GranDhika Semarang dalam rangka ulang tahun kedelapan AIMI Jateng, Rabu (12/12/2018). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono

Situasi tempat kerja sangat mempengaruhi para ibu untuk tetap menyusui anaknya sesuai standar WHO, yaitu sampai dua tahun.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jateng, Rachmadhani mengatakan menyediakan ruang laktasi merupakan kewajiban tempat kerja. Hal itu tertuang dalam PP 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif dan disediakannya ruang laktasi.

“Tempat kerja yang pro ASI dan kebijakan lamanya istirahat melahirkan bisa meningkatkan angka cakupan ASI eksklusif,” katanya dalam diskusi publik dengan tema “Tempat Kerja Pro ASI: Seperti Apa Pratiknya” di Hotel GranDhika, Kota Semarang, Rabu (12/12/2018).

Dalam pelaksanaannya, menurut data dari Kementerian Kesehatan pada 2017 lalu sebanyak 35,2 persen perusahaan belum menyediakan ruang laktasi. Hal ini yang didorong Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar para anggotanya bisa melaksanakan kewajibannya sesuai instruksi pemerintah.

Ketua Bidang UMKM dan Nakerwan DPP Apindo Jateng Nanik Qosidah memaparkan, setiap perusahaan harus memberikan fasilitas ruang laktasi yang memadai demi kenyamanan karyawan perempuan dalam menyusui.

“Ruangan minimal berukuran 3×4 meter atau lebih lebar menyesuaikan jumlah karyawan. Selain itu, ruangan harus memiliki ventilasi yang baik dan bebas polusi serta tidak lembab,” ujarnya.

Selain itu, hal krusial lainnya yang harus ada di ruang laktasi adalah wastafel dengan air mengalir. Hal itu sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan ibu menyusui dan bisa digunakan untuk mencuci alat memerah ASI.

Untuk menunjang kenyamanan, lampu ruangan disarankan tidak terlalu silau dan jauh dari kebisingan. Sebagai tambahan, bisa ditempatkan meja, kursi, sandaran dan bantal agar ibu menyusui lebih nyaman.

“Lemari pendingin juga penting untuk menempatkan ASI. Papan informasi terkait pemberian ASI bisa ditempatkan di ruang laktasi,” tambahnya.

Dia menyebutkan, adanya ruang laktasi di tempat kerja bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Di antaranya tingkat absensi karyawan rendah, produktivitas karyawan meningkat dan meningkatkan kenyamanan saat bekerja. Dengan demikian produktivitas perusahaan bisa meningkat seiring produktivitas karyawannya. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.