RSUD Kota Semarang Akan Ganti Nama  jadi RSUD Wongsonegoro. Siapa Wongsonegoro?

?

Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana mengganti nama RSUD Kota Semarang dengan nama RSUD Wongsonegoro. Siapa Wongsonegoro?

Seperti RSUP dr Kariadi Semarang milik Pemerintah Pusat, penamaan rumah sakit itu karena sosok dokter Kariadi seorang pejuang kemerdekaan. Rela mengorbankan jiwa dan raganya. Demi mengenang jasanya namanya diabadikan menjadi nama RS.

Sementara itu, Wongsonegoro merupakan gubernur pertama Jawa Tengah. Nama lengkapnya Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Wongsonegoro SH. Lahir di Surakarta, 20 April 1897 dari pasangan RNg Gitodiprojo dan RA Soenartinah dia memiliki nama kecil RM Soenardi.

Ayahnya merupakan abdi dalem panewu dari Sri Susuhunan Pakubuwono X di Surakarta. Masa kecilnya belajar di Frobel School (Taman Kanak-Kanak Belanda), yang sebenarnya khusus bagi anak-anak orang asli Belanda.

Kemudian belajar di Europeeshe Lagere School, yakni sekolah tingkat sekolah dasar. Lalu belajar di sekolah MULO (Meer Vitgebreid Lagere Onderwijs), dan juga lulus dari Rechts School (Sekolah Menengah Hukum).

Tahun 1917, setelah tamat di Rechtes School, Wongsonegoro bekerja di Pengadilan Negeri (Landraad) Surakarta. Tahun 1921, ia diangkat jadi Jaksa dengan kedudukan sebagai Bupati Anom dengan gelar RT Djaksanegoro.

Tak lama, lalu dia mendapat tugas (beasiswa) dari Pemerintahan Kasunanan untuk melanjutkan belajar di Sekolah Tinggi Hukum (Recths Hooge School). Pada 1924, dia berhasil mendapat gelar Meester in de rechten (SH).

Di bidang politik, Wongsonegoro memulai dengan bergabung di Organisasi Budi Utomo dan Jong Java. Pergaulannya dikenal luas. Ia banyak belajar dunia politik dan kepemimpinan. Bagaimana mengelola dan membangun jaringan politik.

Hingga pada 2 Januari 1926 terpilih menjadi Ketua Jong Java. Pada Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928, Wongsonegoro ikut aktif dalam lahirnya Sumpah Pemuda. Saat revolusi kemerdekaan 1945, dia juga dipercaya menjadi Gubernur Jawa Tengah pertama pada 13 Oktober 1945 (1945-1949).

Namun sebelum itu, dia juga telah menjabat Bupati Sragen dan Residen Semarang. Dia berperan penting dalam Panitia Perancang UUD 1945. Setelah purna jabatan sebagai gubernur, dia kembali terjun di pentas politik nasional.

Di Kabinet Natsir (September 1950-Maret 1951), Wongsonegoro diberi kepercayaan sebagai Menteri Kehakiman. Pada masa Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjodjo (April 1951-Februari 1952), dia memimpin Departemen Pendidikan dan Pengajaran. Dan menjadi Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Ali Sastroamidjodjo (Juli 1953-Juli 1955).

Ketika menjadi Menteri Pendidikan, Wongsonegoro dikenal besar perhatiannya terhadap pendidikan agama (Islam). Ia banyak bertukar pikiran dengan Menteri Agama saat itu HA Wahid Hasyim (ayahanda almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Keduanya mendiskusikan persoalan seputar kurikulum pendidikan umum dan pendidikan agama.

Kedua menteri tersebut sepakat mewajibkan seluruh pendidikan rendah dan menengah (pendidikan umum) untuk memasukkan mata pelajaran agama. Sebaliknya, mata pelajaran umum lebih diintensifkan di sekolah yang berlatar belakang agama. Kesepakatan ini disebut praktik integrasi pendidikan.

Wongsonegoro juga terlibat dalam proses pembentukan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama yang diresmikan pada 26 September 1951. Pada tanggal 4 Maret 1978, akhirnya sang pahlawan Wongsonegoro meninggal dunia.

Jasadnya dimakamkan di makam keluarga Astana Kandaran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Meninggal pada usia 81 tahun.

Sebelum resmi merubah nama RSUD Kota Semarang, Direktur RSUD Kota Semarang Susi Herawati mengatakan sudah meminta izin kepada keluarga dan keturunan Wongsonegoro yang masih hidup. Susi mengaku mereka sudah menyetujuinya.

‘’Kami juga akan berziarah ke Makam Wongsonegoro. Saat ini penetapan perubahan nama menjadi RSUD Wongsonegoro tinggal menunggu penetapan perwal dari wali kota,’’ ujar Susi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.