RS Kustati Kembali Layani Pasien BPJS Kesehatan

Selain RS Kustati, BPJS Kesehatan juga kembali melanjutkan kerja sama dengan RS Amal Sehat Sragen dan RS Amal Sehat Wonogiri.

SOLO – Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Surakarta kembali melayani pasien BPJS Kesehatan mulai Senin (7/1/2019) setelah sempat dihentikan per 2 Januari tahun ini karena terganjal akreditasi.

Calon pasien membaca pengumuman penghentian layanan BPJS Kesehatan di RS Kustati. Setelah sempat dihentikan sepekan, per 7 Januari 2019, pasien BPJS Kesehatan bisa berobat di RS Kustati. Foto: metrojateng.com

Dibukanya kembali layanan pasien BPJS setelah adanya surat rekomendari dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/18/2019.

Direktur RSUI Kustati, dokter Ahmad Bi Utomo menyambut baik adanya rekomendasi tersebut. Ia berharap adanya kerja sama baru bisa dimanfaatkan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan untuk berobat kembali ke rumah sakit.

“Kerja sama ini sangat berpengaruh bagi rumah sakit, sebab lebih dari 85 persen pasien adalah peserta BPJS Kesehatan,” kata dokter Ahmad Bi Utomo, Senin (7/1).

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan cabang Surakarta Agus Purwanto mengatakan selain RSUI Kustati pihaknya juga kembali melakukan kerja sama dengan dua rumah sakit yang sempat diputus, yakni RS Amal Sehat Sragen, dan RS Amal Sehat Wonogiri.

“Sekarang otomatis pasien yang berobat ke tiga rumah sakit tersebut sudah bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Sebab, sistem koneksi berbasis data penghubung antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak diputus, meski kontrak kerja sama sempat dihentikan hampir sepekan,” ujarnya.

Terkait akreditasi, BPJS Kesehatan juga memberi batas waktu hingga Juni 2019 untuk menyelesaikan sertifikasi akreditasi yang menjadi syarat kerja sama. Selain ketiga rumah sakit itu, masih ada 44 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan cabang Surakarta yang memiliki kontrak kerja sama dengan tenggang waktu yang berdekatan dengan masa berakhirnya akreditasi rumah sakit.

“Di tiga daerah ada potensi besar peserta BPJS Kesehatan untuk dilayani. Di Solo ada sekitar 10.000 peserta, di Sragen ada sekitar 8.000 peserta, dan sekitar 6.000 di Wonogiri. Mereka ini tidak sebatas butuh dokter dan obat saat sakit tapi butuh sentuhan khusus yang biasa menangani,” pungkasnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.