RS Elisabeth Tak Setop Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Para dokter melakukan penyesuaian dalam penggunaan obat selama klaim belum terbayar.

SEMARANG- RS Elisabeth Semarang mengefisienkan layanan medis terkait klaim pembayaran BPJS Kesehatan yang telat beberapa bulan dengan nilai mencapai Rp 13,2 miliar.

Loket BPJS Kesehatan di RS Elisabeth Semarang, Rabu (26/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Direktur Utama RS St Elisabeth Semarang, Nindyawan Waluyo Jati mengatakan, tunggakan tersebut tak membuatnya memutus kerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Semuanya berjalan normal. Hanya penyesuaian saja terkait kekurangan dana operasional,” kata dia kepada metrojateng.com, Rabu (26/9/2018).

Langkah efisiensi yang ia lakukan mulai menginstruksikan para dokter melakukan penyesuaian dalam penggunaan obat medis. Kemudian penyesuaian juga diterapkan pada layanan medisnya, pemakaian antibiotik juga diminta rasional. “Karena harga antibiotik sangat mahal, ya mesti diirit-irit dulu,” ujarnya.

Ia menjelaskan klaim BPJS Kesehatan di rumah sakitnya rata-rata setiap bulannya sekitar Rp 9 miliar sampai Rp 10 miliar. Jumlah tersebut kebanyakan untuk pembiayaan rawat jalan dan rawat inap. Untuk pasien rawat jalannya berjumlah 10 ribu orang. Sedangkan 800 pasien berada di bangsal rawat inap.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Lunasi Tunggakan 20 RS di Semarang dan Demak

“Total klaim yang sudah dibayar oleh BPJS Kesehatan sejak Januari sampai Mei mencapai Rp 60 miliar. Masih ada klaim yang belum dibayar Rp 3,2 miliar. Lalu tunggakan Juni Rp 10 miliar. Jadi total Rp 13,2 miliar,” katanya.

Kepala BPJS Kesehatan KCU Semarang, Bimantoro mengatakan, tunggakan tersebut mulai dibayar pada Selasa (26/9/2018) kepada 20 rumah sakit dari 25 rumah sakit di wilayah Semarang dan Demak. Sedangkan lima rumah sakit lainnya saat ini dalam proses menunggu antrean pembayaran menggunakan pencairan dana pada tahap selanjutnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.