Romansa Pergantian Tahun di Sudut Kota Semarang

Dari Jalan Kawi 2, keindahan letusan kembang api yang paling jelas terlihat berada di kawasan Simpang Lima Semarang.

SEMARANG – Momen pergantian tahun menjadi peristiwa yang selalu ditunggu. Ingar bingar kemeriahan malam Tahun Baru bisa dirasakan di pusat kota hingga pelosok kampung.

Warga menyaksikan letusan kembang api di Jalan Kawi 2, Candisari, Semarang. Foto: metrojateng.com/efendi

Dian Saifullah (23), warga Tlogosari, Gayamsari, Semarang salah satu orang yang memilih untuk meluangkan waktunya bersama anggota keluarga pada malam pergantian tahun. Bersama sekitar 15 orang kerabatnya, ia menuju salah satu tempat makan di sekitar Taman Tabanas, Banyumanik, Semarang.

Dian mengatakan, memang pada penyambutan Tahun Baru 2019 ini, ia sengaja untuk pergi bersama keluarga. Pasalnya, pada momen ini ada banyak kerabat yang datang dari luar kota.

“Saya sebenarnya juga sudah lama nggak kesini, ini kebetulan pas liburan tahun baru banyak saudara dari luar kota yang datang, makanya sekalian tahun barunan tapi juga membangun kedekatan keluarga supaya lebih guyub dan tetap guyub,” kata Dian, Senin (31/12/2018).

Mereka tampak bercengkerama sesama keluarga menikmati indahnya perkotaan dari salah satu dataran tinggi yang terletak di Jalan Gombel Baru. Keceriaan tampak pada wajah mereka. Keakraban mereka tampak saat bersama-sama memakan hidangan yang dipesannya.

Berbeda dengan Dian, salah seorang warga Tegalsari, Candisari, Riska (27) memilih untuk menyambut pergantian tahun dengan menyaksikan keindahan letusan kembang api dari salah satu sudut kota di Jalan Kawi 2. Di sana ada sebuah tempat yang bisa digunakan untuk menyaksikan keindahan kota dari sudut yang lebih tinggi.

Pusat Kota Semarang sangat jelas terlihat dari tempat tersebut. Gedung-gedung tinggi yang mengitari area Simpang Lima Semarang bisa disaksikan dari jalan selebar kurang lebih 2,5 meter itu.

Meski hujan mengguyur, Riska bersama kawannya serta puluhan warga di sekitar lokasi tampak mulai berdatangan sekitar pukul 11.30. Mereka menyatu di satu sisi bahu jalan menghadap ke pusat Kota Semarang untuk menyaksikan kembang api.

“Dari sini pemandangannya bagus, masih nyaman juga, soalnya tidak begitu ramai. Hanya ada sejumlah warga yangenyaksikan kembang api dari ketinggian sini. Memang sangat bagus kembang apinya kelihatan banyak gitu, ada di sana sini, saya suka,” kata Riska.

Tepat pukul 00.00, tahun telah berganti dari 2018 menjadi 2019. Letusan kembang api memang terlihat menyebar di berbagai titik Kota Semarang. Dari Jalan Kawi 2, keindahan letusan kembang api yang paling jelas terlihat berada di kawasan Simpang Lima Semarang.

Pameran Seni

Lain lagi dengam Wahyu Krisdianto dan rekan-rekannya. Di rumah berwarna hijau yang terletak di Jalan Genuk Krajan 1, Candisari ini, mereka menyelenggarakan pameran karya seni visual.

Ketua RW 1, Genuk Krajan, Tegalsari, Kecamatan Candisari Rusman Sayogo menghadiri penbukaan Pameran Visual Imaginaspace. Foto: metrojateng.com/efendi

Pameran tersebut memang diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan penyambutan Tahun Baru 2019. Ada belasan karya mural yang dipajang di dalam rumah yang mereka namai dengan Rumah Ramah tersebut. Karya-karya di atas medium triplek yang di pajang itu, memvisualkan tentang ruang imajinasi manusia.

“Kami ini sebenarnya ngontrak di rumah ini, tapi juga ingin tetap berkarya. Makanya kami ini menyelenggarakan pameran bertajuk ‘Imaginaspace’ yang bercerita tentang ruang imajinasi manusia. Karena memang imajinasi manusia tidak bisa kota prediksi, seperti halnya melihat karya teman ini meski satu tema tapi karya mereka berbeda-beda,” kata Wahyu.

Beragam cara memang bisa dilakukan sebagai penanda sebuah momen termasuk pergantian tahun. Di Kota Semarang sendiri ada berbagai acara yang diaelenggarakan dalam penyambutan tahun baru. Titik-titik pusat keramaian terbagi menjadi beberapa bagian. Termasuk keindahan baru Kota Semarang, Semarang Bridge Fontain yang berada di Jembatan Banjir Kanal Barat (BKB), Jalan Siliwangi.

Air mancur menari itu menarik perhatian banyak warga Kota Semarang khususnya. Bertepatan dengan tahun baru ini, bangunan infrastruktur yang menghabiskan dana sekitar Rp 17 miliar itu diresmikan.

Dua panggung didirikan saling membelakangi di Jalan Bojongsalaman dan Jalan Madukoro, Semarang Barat. Berbagai macam hiburan seperti pertunjukan musik disuguhkan dalam acara peresmian Semarang Bridge Fontain sekaligus menyambut kedatangan Tahun Baru 2019.

“Doanya, semoga warga Semarang bisa terhibur, syukur-syukur orang luar datang (melihat air mancur menari) dan mereka belanja, duitnya habis di Semarang. Ekonomi tambah tumbuh, peluang kerja tambah banyak, kesejahteraan tambah naik, Semarang jadi kota yang lebih baik dan hebat,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mengisi sambutan.

Masih ada banyak lagi yang menikmati pergantian tahun dengan caranya masing-masing di Kota Semarang dan tak terekam. Semuanya, menyisipkan harapan di tahun 2019 dengan doa berisi segala hal baik menyertai setiap perjalanan mereka. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.