Robohnya Pilar Jembatan Surobayan Akibat Human Error

image
Proyek pembangunan Jembatan Surobayan di Kabupaten Pekalongan

PEKALONGAN – Robohnya empat kerangka pilar utama peroyek pembangunan Jembatan Surobayan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan diduga karena human error.

Hal itu dikatakan Kabid Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, Tri Handaya, Rabu (15/7).

“Bukan bangunannya yang roboh, tepatnya tiang penyangga kerangka anyaman besi untuk pilarnya. Ya itu keteledoran lah, human error,” ungkapnya kepada metrojateng.com.

Terkait penggunaan tiang penyangga berupa besi, Tri Handaya mengatakan, tidak ada ketentuan harus menggunakan besi. Oleh karena itu, pascaroboh, tiang penyangga diganti menggunakan bambu.

“Itu kan Bakesting (cetakan cor), tidak ada ketentuan harus besi. Namun kalau telah menganggarkan besi dan diganti bambu itu tidak boleh,” jelasnya.

Tri Handaya memastikan, tidak ada barang bekas yang digunakan untuk kontruksi bangunan jembatan. Namun jika diketahui spesifikasi teknis tidak memenuhi, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas.

“Saat ini kerangka tiang pancang sudah mulai dibangun ulang dan dijadwalkan akan dilakukan pengecoran pada tanggal 25 Juli 2015,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, proses pembangunan jembatan senilai Rp 25 Miliar tersebut mengalami kendala dengan robohnya empat kerangka pilar utama pada Jum’at (10/7). Besi penyangga empat pilar itu tidak kuat menahan beban sehingga bengkok dan roboh. Selain itu material besi yang digunakan sebagai penyangga kerangka tersebut diduga kuat merupakan barang bekas yakni berkarat. (MJ-21)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

57 − = 50

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.