Rio Rianto Ingin Pemerintah Dorong Ekspor Barang Manufaktur

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

SEMARANG – Ekspor barang manufaktur dari Jawa Tengah perlu didorong. Upaya itu dilakukan karena selama ini ekspor barang konsumtif sudah terlalu banyak. Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Rio Rianto mengatakan, agar tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi negara lain maka ekspor komoditas barang manufaktur perlu ditingkatkan.

“Selama ini 60% dari seluruh komoditas yang diekspor oleh industri di Jawa Tengah merupakan barang konsumsi, dengan pelemahan kondisi ekonomi negara tujuan maka ekspor komoditas ini akan merasakan dampaknya secara langsung,” jelasnya.

Negara yang mengalami pelemahan ekonomi cenderung mengurangi impor mereka terhadap barang konsumsi namun tidak pada barang manufaktur. Pada kondisi tersebut diharapkan Pemerintah berperan dalam meningkatkan volume ekspor barang manufaktur ke negara-negara tujuan ekspor yang akhir-akhir ini mengalami pelemahan ekonomi.

Rio menuturkan, kalau kondisinya tidak segera dibalik yaitu 60% menjadi ekspor manufaktur dan 40% ekspor konsumsi maka ekonomi kita juga akan terhambat karena volume ekspor jadi menurun.

”Kami berharap agar Pemerintah segera memutuskan komoditas manufaktur seperti apa yang layak diekspor. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah memperluas pangsa pasar komoditas manufaktur yang selama ini sudah diekspor dan membuat komoditas yang selama ini hanya laku di pasaran domestik menjadi laku di pasaran asing,” katanya.

Sehingga perlu dicari komoditas yang berpotensi dialihkan dari pangsa pasar domestik ke ekspor, dengan demikian semakin banyak produk dari Jateng yang dapat diekspor.

Sementara itu pihaknya mengakui, pelemahan kondisi ekonomi di beberapa negara tujuan ekspor salah satunya Tiongkok sebagian merupakan dampak dari penguatan mata uang dolar Amerika Serikat. Pelemahan tersebut juga dirasakan oleh Indonesia yaitu terlihat dari nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS terus memperlihatkan pelemahan.

“Memang penguatan rupiah ini menguntungkan para eksportir, tetapi tidak selamanya demikian karena kalau naik turun seperti ini akan memengaruhi cashflow industri,” katanya. (MJ-15)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.