Ribuan Warga NU Kendal Tolak Full Day School

Warna NU Kendal berdemonstasi menolak Full Day School. (foto: metrojateng.com/Edy Prayitno)

KENDAL – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan pelajar, Selasa (29/08) siang menggelar unjuk rasa penolakan rencana pemerintah menggulirkan sekolah lima hari atau full day school. Aksi yang memacetkan jalur pantura ini meminta Bupati Kendal untuk turut menandatangani pernyataan penolakan yang akan dilayangkan ke pemerintah pusat.

Ribuan massa yang terdiri pelajar dan warga NU se-Kabupaten Kendal berkumpul di alun-alun Kendal meneriakan penolakan pemberlakukan full day school. Dengan membawa poster dan spanduk, puluhan ribu massa ini meminta pemerintah segera membatalkan Permendikbud Nomor 23 tahun 2017.

Diatas truk tronton para kyai ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana lima hari sekolah, yang dikhawatirkan akan mematikan madrasah dan taman pendidikan Al Quran. Dalam orasinya Ketua Forum Ukhuwah Silahturahmi Pendidikan Al Quran (Fuspaq) Kendal KH Mustamsikin meminta presiden segera menerbitkan keputusan presiden membatalkan full day school.

“Jika sekolah lima hari ini akan  membuat 600 lebih lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan taman pendidikan Al Quran mati. Karena sekolah formal akan berlangsung hingga sore hari, sementara madrasah dan TPQ mulai beraktivitas pada sore hari,” teriaknya di depan puluhan ribu massa yang memadati alun-alun Kendal.

Dalam aksi unjuk rasa ini, Bupati Kendal Mirna Annisa yang ikut hadir diminta menandatangani surat pernyataan penolakan pelaksanaan full day school. Dalam orasinya bupati mengapresiasi warga NU yang menolak pelaksanaan full day school. “Aksi ini akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengeluarkan keputusan pembatalan pelaksanaan sekolah lima hari,” katanya.

Aksi unjuk rasa ini diawali dari gedung NU Kendal dan berjalan kaki menuju alun-alun Kendal dan dilanjutkan ke gedung DPRD Kendal.

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

84 + = 87

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.