Ribuan Warga Banjarnegara Masih Terancam Longsor

Presiden Joko Widodo turun langsung memantau proses evakuasi korban longsor di Karangkobar Banjarnegara, Minggu (14/12). Foto Metrojateng/dok setkab.go.id
Presiden Joko Widodo turun langsung memantau proses evakuasi korban longsor di Karangkobar Banjarnegara, Minggu (14/12). Foto Metrojateng/dok setkab.go.id

SEMARANG – Selain di Kecamatan Karangkobar, ribuan warga di kecamatan lain di Banjarnegara juga terancam bencana longsor. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana memindahkan mereka ke lokasi yang aman.

Masyarakat di sejumlah kecamatan itu bertemat tinggal di wilayah rawan longsor. Ganjar mengatakan akan melaksanakan transmigrasi lokal untuk mereka. Namun pemindahan itu tidak mudah. Ada persoalan sosial ekonomi yang menyebabkan warga enggan pindah.

“Transmigrasi lokal yaitu pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman atau jauh dari daerah bahaya bencana, tapi masih satu wilayah,” katanya, di Gubernuran, Senin (15/12).

Dikatakannya, titik rawan longsor di Banjarnegara sangat banyak. Ganjar telah meminta bantuan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan pemetaan dan penataan. Program itu harus dilakukan secara sistematis. “Kalau secara parsial tidak akan cepat selesai,” ujarnya.

Selain itu perlu ada evaluasi tata ruang untuk konsep jangka panjang. Ganjar berharap penerapan Undang-Undang Desa bisa menginspirasi untuk dilaksanakannya tata ruang desa di seluruh daerah.

Konsep jangka pendeknya berupa penyadaran masyarakat mengenai bahaya tinggal di suatu daerah dengan risiko bencana setiap hari. “Kita sampaikan ke mereka untuk segera mengungsi ke tempat yang aman begitu curah hujan tinggi,” katanya. (MJ-03)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

36 + = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.