Ribuan Liter Miras Digiles Stoom

image
Polres Boyolali memusnahan Miras.

BOYOLALI – Memasuki bulan puasa, ribuan liter minuman keras (Miras) berbagai jenis dimusnahkan Polres Boyolali Selasa (7/6). Pemusnahan dilakukan dengan cara digilas menggunakan stoom di halaman Mapolres. Miras tersebut merupakan hasil operasi Pekat jajaran Polres Boyolali beberapa waktu terakhir. 

Ribuan liter Miras tersebut antara lain Miras oplosan sebanyak 2.750 liter. Kemudian 199 botol anggur merah atau sebanyak 130 liter, 150 botol anggur putih atau sebanyak 98 liter, 524 botol anggur kolesom atau sebanyak 340 liter. Selain itu 101 botol vodka sebanyak 25 liter, 12 botol wisky, dan empat gallon lapen sebanyak 76 liter. Terdapat pula tujuh jerigen ciu atau sebanyak 210 liter. 

Pemusnahan Miras dihadiri jajaran Muspida Boyolali, antara lain Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, Ketua DPRD Boyolali S Paryanto, Dandim 0724/Boyolali, Letkol Arh Nova Mahanes Yudha dan lainnya. Selain itu juga sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, ketua MUI Boyolali serta perwakilan ormas Islam. 

Ormas Islam di Boyolali meminta aparat tegas dan meningkatkan operasi Pekat. Tak hanya menjelang dan selama bulan ramadan. Tak hanya Miras-miras yang dijual di warung-warung, tetapi juga di tempat-tempat hiburan. 

Ketua Forum Jihad Islam (FJI) Boyolali, Anang Sugiantono, menyatakan FJI akan terus mengecek lokasi-lokasi yang menjadi pusat penjualan miras. Sejumlah tempat di Boyolali ditengarai merupakan pusat penjualan Miras. 

FJI akan melaporkan setiap temuan peredaran dan penjualan kepada aparat. Jika aparat tidak tegas menindak, FJI Boyolali siap bergerak mengadakan sweeping. “Kami akan proaktif melapor ke Polres Boyolali. Kami akan selalu koordinasi dengan polisi. Namun jika sudah kami laporkan tetapi tidak ada tindak lanjut, kami akan bertindak sendiri,” ujar Anang, disela-sela pemusnahan Miras di Mapolres Boyolali. 

Kapolres Boyolali AKBP M Agung Suyono mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal menegakkan aturan hukum. “Operasi Pekat kami lakukan secara rutin untuk menjaga Kambtimbas Boyolali,” papar dia.

Agung Suyono meminta, ormas tidak bergerak sendiri melakukan sweeping. Namun harus berkoordinasi dengan kepolisian dalam penertiban miras dan tempat hiburan. 

Sementara itu Wabup, M Said Hidayat, mengapresiasi kinerja jajaran Polres Boyolali dalam memberantas penyakit masyarakat. Baik mabuk-mabukan, perjudian dan lainnya. Pihaknya sangat mendukung kepolisian untuk selalu menciptakan kondusifitas keamanan masyarakat Boyolali.

“Ini langkah positif yang harus didukung untuk mewujudkan stabilitas Boyolali,” kata Said Hidayat. 

Senada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Boyolali, Habib Ihsanudin, mengepresiasi langkah Polres Boyolali. “Miras adalah awal dari penyakit masyarakat. Kami berharap kepolisian terus intensif menggelar operasi, agar ormas-ormas tidak bergerak sendiri,” kata Habib. (MJ-07) 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.