Revolusi Industri 5.0, Ancaman Robot Menggeser Peran Manusia

Manusia akan membuat robot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan.

SEMARANG – Ketika revolusi industri 5.0 terjadi di seluruh dunia nanti, ajaran agama diprediksi bakal kembali menjadi ujung tombak bagi perubahan ilmu pengetahuan.

 

Sejumlah pembicara asal Malaysia tampil dalam seminar nasional bertajuk Peran Sumber Daya Manusia Berkualitas dalam Menyongsong Revolusi Industri 5.0 di Auditorium Ir Widjatmoko, USM, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari. (fariz fardianto/metrojateng.com)

 

Hal tersebut mengemuka tatkala University Sains Malaysia (USM) Associate Proffesor Revany Bustami Ph D, Leonardo Budhi, ikut berbicara dalam seminar nasional bertajuk Peran Sumber Daya Manusia Berkualitas dalam Menyongsong Revolusi Industri 5.0 di Auditorium Ir Widjatmoko, USM, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari.

Ia mengungkapkan revolusi industri 5.0 akan memunculkan re-spiritualisasi di tengah masyarakat. Tetapi dalam sisi lain, sikap materialisme dan saintisme akan terus menurun seiring adanya pergerakan ke arah responsif nyata menuju globalisasi.

“Pada revolusi industri 5.0 para cendekiawan dan lembaga pendidikan harus mengungkap mendapatkan kembali kekuatan revolusi industri 5.0, para cendekiawan dan lembaga pendidikan harus menjadi kompas,” katanya, dalam keterangan yang didapat metrojateng.com, Jumat (12/4/2019).

Sementara Leonardo Budhi menganggap bahwa revolusi industri 5.0 bisa mengarah pada masyarakat berbasis teknologi. Selain itu, teknologi jadi kunci untuk mewujudkan kemampuan baru bagi masyarakat.

Dr Titin Winarti, Dosen FTIK USM, menyampaikan, ada empat versi gambaran Revolusi Industri 5.0 antara lain, Cognitive system, jika di era Revolusi Industri 4.0, manusia masih dibutuhkan untuk memperbaiki perangkat (hardware) yang rusak, maka di Revolusi Industri 5.0 perangkat sudah otomatis mampu memperbaiki dirinya sendiri.

Versi keempat mungkin terdengar agak horor, di mana robot bisa menjadi ancaman bagi manusia. Pada era 5.0, manusia akan membuat robot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan.

“Selain itu juga remote production era revolusi industri 5.0, manusia akan terbiasa membuat kreasi tiga dimensi. Ada juga Take over of artificial intelligence dan versi keempat mungkin terdengar agak horor, di mana robot bisa menjadi ancaman bagi manusia. Pada era 5.0, manusia akan membuat robot yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan, dengan tujuan membantu manusia,” tandasnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.