Revolusi Industri 4.0 jadi Tantangan Baru Pelaku Usaha

Teknologi digital yang masuk ke semua ruang lingkup kehidupan itu berkontribusi mengubah perilaku masyarakat.

SEMARANG- Peradaban baru Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan baru bagi para pelaku usaha. Teknologi digital sebagai salah satu produknya akan memasuki semua ruang
lingkup kehidupan.


Motivator dan pakar marketing, Tung Desem Waringin memaparkan materi pada peserta seminar Penguatan Daya Saing Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di PO Hotel Semarang, Kamis (15/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, perkembangan teknologi digital melalui inovasi kini makin pesat.

“Teknologi digital yang masuk ke semua ruang lingkup kehidupan itu berkontribusi mengubah perilaku masyarakat,” ungkapnya pada seminar Penguatan Daya Saing Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di PO Hotel Semarang, Kamis (15/11/2018).

Pada satu sisi, lanjut dia, perkembangan teknologi digital berdampak positif bagi kegiatan ekonomi. Seperti berpotensi meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup manusia.

Kendati demikian, teknologi digital ini juga memberikan tantangan, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki perbedaan karakter antara yang memanfaatkan dan tidak memanfaatkan teknologi digital.

“Hal ini kemudian menimbulkan gangguan bagi usaha berbasis tradisional saat bersaing dengan usaha berbasis teknologi digital yang menggunakan sistem robotik dan internet. Baik dalam banyak aspek usaha di antaranya, produksi manufaktur, pemasaran, finansial, manajemen internal, serta banyak aspek lainnya,” kata Ponco.

Motivator dan pakar marketing, Tung Desem Waringin menyampaikan, memasuki Revolusi Industri 4.0 ada tiga keterampilan yang harus dipelajari dan dimiliki manusia.

“Semua serba internet, serba teknologi digital, maka ada beberapa keterampilan yang harus diupayakan untuk dimiliki manusia. Pertama, keterampilan memimpin dan mengelola diri sendiri. Kedua, memimpin dan mengelola manusia lain. Ketiga, memimpin dan mengelola lingkungan, mesin, komputer artificial inteligence,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.