Reruntuhan Candi Kuno Ditemukan di Dusun Mantingan Magelang

Terkubur di Area Persawahan

Ditemukan pukul 08.00 saat pekerja sedang melakukan penggalian lahan bekas sawah seluas 875 meter persegi.

MAGELANG – Puluhan batu yang diduga bagian dari bangunan candi ditemukan di Dusun Mantingan Desa Mantingan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Batu-batu berukuran cukup besar itu ditemukan di lahan bekas sawah dengan kedalaman dua meter pada Selasa (16/7) lalu.

Batuan yang diduga candi ditemukan di Dusun Mantingan Desa Mantingan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kepala Desa Mantingan, Purwidarto mengatakan, banyak batu yang dipahat gambar burung maupun tumbuhan. “Ditemukan pukul 08.00 saat pekerja sedang melakukan penggalian lahan bekas sawah seluas 875 meter persegi dengan menggunakan alat berat atau backhoe. Saat menggali, moncong backhoe terantuk batu tersebut,” katanya, Jumat (26/7/2019).

Para pekerja pun memeriksa benda tersebut yang ternyata diketahui batu. Hingga kedalaman dua meter, bebatuan serupa ditemukan. Jumlahnya puluhan dengan ukuran besar. Bentuknya persegi panjang, balok dan yang lain tak beraturan. Sebagian dari batu tersebut terukir relief khas seperti yang ada pada bangunan candi lain yang telah ditemukan.

Menurut Purwidarto, awal mulanya tanah sawah itu milik Kyai Sigit Abdurahman, disewakan kepada Khabib Akhmad (40), warga setempat. Sawah itu akan dibikin kolam untuk memelihara ikan Koi. “Ternyata saat digali ditemukan batu-batu itu kemudian dikumpulkan,” katanya.

Keesokan harinya, penemuan itu baru dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng (BPCB), Bupati Magelang, dan Kepolisian Sektor Salam. Proyek penggalian di titik penemuan batuan yang ada di sisi barat, dihentikan sementara.

Survei Awal

Pihak BPCB sendiri telah datang melakukan survei awal dan tengah melakukan koordinasi lebih lanjut soal penemuan ini. Menurut Purwidarto, pihak dinas purbakala dari Prambanan sudah melakukan survei dan saat ini belum selesai.

“Belum selesai karena masih koordinasi dulu dengan Bupati, karena wilayah di Kabupaten Magelang, sehingga perlu izin dengan bupati. Soal status tanah keterangannya besok Senin. Pembangunan kolam ini dihentikan sementara,” ujar Purwidarto.

Ia melanjutkan, di kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah, ternyata masih ditemukan batu candi lagi, dalam keadaan tertutup air. Dari struktur batuan yang besar, ia memperkirakan candi tersebut berukuran besar.

“Dulu pernah ditemukan, ada sepotong batu (arca). Kemungkinan candi besar dilihat dari banyaknya batu yang ditemukan,” katanya.

Purwidarto menambahkan, di sekitar lokasi penemuan sendiri, dulu pernah ditemukan sebuah arca, tetapi dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab. Selain batu juga ada lingga, yoni dan penemuan yang diduga benda purbakala.

“Tahun 1990 ada yang sempat diminta Dinas Kebudayaan dan diamankan di Prambanan. Karena memang di sekitar sini banyak yang mendirikan rumah saat menggali pondasi menemukan batu candi, kemudian ditimbun lagi. Kami senang saja, mudah-mudahan bisa jadi tempat wisata,” imbuhnya.

Sementara itu, Khabib Akhmad (40), penyewa lahan di lokasi penemuan, mengatakan, batu-batu tersebut saat ditemukan sudah berserakan, kemudian diangkat satu per satu menggunakan alat berat. Menurut Khabib, ia menyewa selama 24 tahun dan rencananya akan dibikin kolam koi.

“Baru dibayar lunas dan sudah mendatangkan alat berat untuk mengupas semua tanah. Ternyata malam menemukan batuan yang diduga batu candi,” imbuhnya.

Pengkaji Cagar Budaya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Junawan mengatakan, setelah disurvei awal, di lokasi penemuan tersebut masih ada struktur candi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan penyewa lahan. Selanjutnya, BPCB melakukan penelitian dengan cara ekskavasi. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.