Remisi 17 Agustus yang Ditunggu…

image
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (tengah) didampingi Wakil Bupati Subroto menyerahkan bingkisan dan taliasih kepada napi yang bebas setelah mendapat remisi 17 Agustus, Senin (17/8). (Metro Jateng/Rhobi Shani)

Selain hari raya keagamaan, peringatan HUT RI selalu menjadi waktu yang ditunggu para narapidana di berbagai rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Di hari itu, mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman yang harus dijalani (remisi).

Di Lapas kelas II A Kendal, 131 napi mendapatkan remisi satu hingga enam bulan. Sedangkan tujuh napi yang menerima remisi bisa langsung bebas. Pemberian surat keputusan remisi diserahkan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti di Lapas Kelas II A Kendal, Senin (17/08) siang.

Kepala Lapas Kelas II A Kendal Kristiyanto Wibowo mengatakan, yang menerima remisi umum dan masih menjalani masa tahanan sebanyak 131 orang. “49 orang menerima remisi satu bulan, 34 orang menerima remisi dua bulan dan 33 orang mendapat remisi 3 bulan,” katanya.

Sedangkan 4 orang lainnya mendapatkan remisi 4 bulan, 10 orang mendapat remisi 5 bulan serta 1 orang mendapat remisi selama 6 bulan.

Di Jepara, penyerahan remisi diserahterimakan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Jepara kepada perwakilan napi. Bupati Ahmad Marzuqi menyampaikan, sebanyak 69 napi masing-masing dari remisi umum I, yaitu remisi yang diberikan bertepatan dengan peringatan 17 Agustus. Sedangkan sisanya, sebanyak 15 orang menerima Remisi Umum II, yaitu remisi langsung bebas setelah mengikuti upacara.

“Pemberian remisi umum diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana adalah merupakan perwujudan dari pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia berdasarkan sistem pemasyarakatan yang ada,” ujar Marzuqi.

Adapun di Boyolali, 60 narapidana di Rutan Boyolali mendapatkan remisi Kemerdekaan dan dasawarsa.

SK remisi dari Kementerian Hukum dan HAM, secara simbolis diserahkan oleh Plt Bupati Boyolali, Sri Ardiningsih kepada perwakilan napi di Rutan setempat, usai upacara HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonedia, Senin (17/8).

Kepala Rutan Boyolali, Achmad Chudori, mengatakan ada 60 napi yang diusulkan mendapatkan remisi bertepatan dengan HUT ke-70 Kemerdekaan tahun ini dan remisi dasawarsa.

Enam napi diantaranya langsung bebas setelah mendapat remisi. Mereka yakni Abdul Rozak, Sri Haryanto, Awan Suryanto, Iswanto, Inaya dan Budi Santoso. Keenam orang itu dipenjara karena kasus Narkoba, pencurian dan pelanggaran UU perlindungan anak.

Seorang napi wanita, Uci Kristanti (36), mengaku senang memperoleh remisi. Sehingga masa hukuman yang harus dijalaninya bisa berkurang. “Saya sudah menjalani hukuman 13 bulan, kurang 17 bulan. Dipotong remisi satu bulan, jadi kurang 16 bulan lagi bisa bebas,” katanya.

Peringatan HUT RI ke-70 juga menjadi berkah tersendiri bagi para napi yang telah menghuni Rutan Kelas 1 Solo. Ratusan napi mendapatkan pengurangan hukuman masa tahanan, dan 56 di antaranya bisa menghirup langsung aroma kebebasan.
 
“Penerima remisi umum yang diberikan sebanyak 191 napi dengan jumlah langsung bebas mencapai 21 napi. Sedangkan untuk dasawarsa mencapai 263 napi dengan jumlah langsung bebas 35 napi. Sehingga total keseluruhan 56 napi yang langsung bebas,” jelas Kepala Rutan Kelas 1 Solo, R. Andika.
 
Andika berharap kepada para napi yang sudah mendapatkan remisi untuk bisa berubah, dengan menerapkan semangat nasionalisme dan kebangsaan di dalam diri masing-masing. (MJ-01/Oby/MJ-07/dit)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

61 + = 68

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.