Relawan Prabowo-Sandi Mengaku Diadang Massa saat Kampanye

Iklim politik menjelang Pemilu mulai memanas. Kubu Prabowo-Sandiaga mengaku diintimidasi oleh pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. 

Foto: Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat memberikan pernyataan kepada awak media di Posko Pemenangan Jalan Pamularsih, Semarang.

 

SEMARANG – Kubu pasangan calon nomor 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno mengaku sempat diintimidasi tatkala sedang berkampanye di Jawa Tengah. Tepatnya pada Sabtu (12/1/2019) lalu, saat Sandiaga Uno berkampanye di Grobogan, sejumlah truk yang mengangkut para relawannya diadang massa di tengah perjalanan.

 

Fakta tersebut diungkapkan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said, Minggu (13/1/2019).

 

Ia menyayangkan atas munculnya insiden tersebut. Pasalnya, intimidasi juga dilakukan beberapa tokoh desa di lokasi kampanye Sandi.

 

“Di Grobogan ada beberapa kejadian menarik, beberapa truk yang akan hadir di acara kami diadang di perjalanan dan dipaksa kembali. Kemudian ketua panitianya didatangi sekelompok orang, ada satu tokoh masyarakat yang jadi pendukung kami didatangi beberapa orang,” bebernya.

 

Ia mengungkapkan peristiwa lain yang dialami relawan Prabowo-Sandi yakni ketika hadir ke lokasi acara malah diberi kaos pasangan nomor 1. Ia mengklaim relawan Prabowo-Sandi dipaksa oleh segelintir orang untuk memakai kaos itu saat acara berlangsung.

 

“Kami lagi menunggu laporan detailnya. Kalau ini benar, tentu menjadi bentuk pengkondisian yang kurang baik. Jelas-jelas itu tindakan ofensif secara fisik dan mental. Kalau lahan kampanyenya kan begitu besar, jadi tidak harus orang sedang bikin acara, kemudian diserang secara mental dan fisik. Memaksa memberi kaos kemudian dipaksa untuk memakainya. Selain itu juga memaksa memasang spanduk di tempat acara kami,” imbuhnya.

 

Kejadian itu, katanya, sebenarnya sudah diketahui oleh Panwaslu Grobogan dan aparat kepolisian. Tapi sayangnya sejauh ini belum ada tindakan apapun dari mereka.

 

Ditanya apakah akan melaporkan aksi intimidasi tersebut, Sudirman menyatakan, pada dasarnya pelaporan bukan tujuan, tetapi jika masalahnya serius, kemudian mengancam proses demokrasi nantinya harus menjadi perhatian Bawaslu.

 

“Kekerasan itu adalah wujud dari ketidakberadaban. Padahal pemilu adalah bentuk dari peradaban kita sebagai negara demokrasi. Jadi kekerasan berlawanan dengan niat dari pemilu,” tuturnya. (far)
Foto: Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat memberikan pernyataan kepada awak media di Posko Pemenangan Jalan Pamularsih, Semarang.
Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.