Rektor Untag Minta TNI/Polri Tindak Tegas Penyebar Hoaks

Suparno menilai, pemakaian media sosial di satu sisi bisa membawa laknat dan bisa membawa barokah.

SEMARANG – Kalangan akademisi meminta aparat TNI/Polri untuk memberangus sebaran kabar bohong (hoaks) yang berseliweran menjelang kontestasi Pemilu 2019. Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Dr Suparno mengatakan aparat penegak hukum harus menindak tegas para penyebar hoaks di tengah masyarakat.

Rektor Untag Dr Suparno saat ditemui di ruang kerjanya. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

“Karena kami ingin menghadapi hajatan Pemilu dengan damai dan sejahtera. Sehingga sebaiknya proses penegakan hukum harus dilakukan dengan baik dan tegas supaya hoaks dapat diminimalisasi,” kata Suparno, di ruang kerjanya lantai dua Gedung Rektorat Untag Bendan Duwur, Gajahmungkur, Selasa (26/3/2019).

Ia mengakui bahwa tak mudah mendeteksi sebaran hoaks selama ini mengingat tingginya aktivitas masyarakat yang menggunakan gadget setiap hari.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Salah satunya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran untuk kemudian menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan setiap hari.

“Maka soal sebaran hoaks ini perlu dicermati, karena pemilu merupakan masa depan kita semua. Pemakaian media sosial di satu sisi bisa membawa laknat dan bisa membawa barokah,” paparnya.

Agar hoaks dapat diberantas, pihaknya pada Rabu besok pagi akan menggelar seminar nasional dengan menghadirkan para ahli hukum, aparat TNI/Polri dan Bawaslu.

Bertempat di Gedung Wisma Perdamaian, seminar bertajuk Penegakan Hukum Penyebaran Berita Hoax Menghadapi Pemilihan Umum 2019 menghadirkan enam narasumber. Termasuk Ketua Bawaslu RI Abhan.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, penyebaran berita hoax bisa dicermati bersama, karena hoax ini sudah sangat bahaya. Ayo kita berantas hoax dengan baik,” bebernya.

Pemerintah telah melakukan upaya pemberantasan maupun membendung penyebaran informasi atau berita hoax. Salah satunya dengan cara menghapus setiap munculnya informasi atau berita yang tidak ada unsur kebenaranya.

Ia juga mengimbau semua dosen maupun mahasiswanya untuk bersatu memerangi hoaks. Sehingga dengan adanya kegiatan tersebut, Pemilu 2019 merupakan pemilihan yang damai dan sejahtera dan diterima semua pihak.

“Kalau memang itu menyalahi aturan ya harus diproses sesuai dengan hukum yang setegak-tegaknya,” katanya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.